Utami, Amalia Dewi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Unsur Tindak Pidana Pemerasan Dengan Ancaman Melalui Media Sosial Fitriati; Utami, Amalia Dewi
Jurnal Sakato Ekasakti Law Review Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Sakato Ekasakti Law Review (April)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/fs08yk64

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan spesifikasi penelitian yang  bersifat deskriptif analitis. Penerapan unsur tindak pidana pemerasan dengan ancaman melalui media sosial oleh Penyidik Pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar adalah unsur subyektif pelaku dengan sengaja dan tanpa hak telah menggunakan akun media sosial palsu untuk menyampaikan ancaman melalui pesan elektronik. Unsur ancaman dengan mengancam akan membuka rahasia pribadi korban, yakni foto dalam keadaan tanpa busana, dengan maksud memaksa korban agar menyerahkan uang. Ancaman ini tidak hanya disampaikan kepada korban, tetapi juga kepada ibu korban. sehingga tekanan psikologis yang ditimbulkan bersifat ganda dan sistematis. Unsur perbuatan pengiriman informasi elektronik secara langsung kepada korban yang berisi ancaman kekerasan atau unsur menakut-nakuti. Penerapan unsur-unsur tersebut dilakukan dengan menghubungkan secara cermat setiap elemen perbuatan pelaku dengan norma hukum yang berlaku. Kendala yang dihadapi dalam penerapan unsur tindak pidana pemerasan dengan ancaman melalui media sosial oleh Penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar yaitu Kendala internal terdiri dari 1) Minimnya sumber daya manusia yang berkompeten serta peralatan komputer forensik yang baik. 2) Belum ada regulasi khusus yang memberikan kewenangan kepada penyidik cyber untuk mengakses data perseorangan yang diduga melakukan kejahatan. 3) Identitas yang didaftarkan pada kartu seluler yang digunakan tersangka tidak sesuai dengan NIK KTP tersangka. kendala eksternal yang terdiri dari 1) minimnya literasi digital masyarakat sebagai korban, yang menyebabkan mereka sering kali tidak dapat mengidentifikasi apakah suatu tindakan merupakan bentuk pemerasan atau hanya sekadar permintaan biasa melalui media sosial. 2) kerja sama yang belum optimal antara penyidik dan platform media sosial. 3) dukungan saksi dan alat bukti yang lemah, di mana korban kerap tidak menyimpan bukti komunikasi, seperti tangkapan layar atau rekaman pesan.