This study examines the concept of talaq in marriage from the perspective of Islamic law, focusing on its definition, legal basis, conditions, types, and underlying wisdom. Talaq is understood as a last resort permitted by Sharia when the marital relationship can no longer be maintained harmoniously. The research employs a literature review method by analyzing classical fiqh texts, scholarly fatwas, and relevant contemporary academic journals. The findings indicate that talaq is legally permissible (mubah), but its implementation is restricted by specific requirements, such as being carried out by a sane and conscious husband, without coercion, and in accordance with Islamic legal procedures. Talaq has several forms, including raj’i, ba’in, sunnah, bid’i, and kinayah, each of which carries different legal consequences. In addition to serving as a conflict resolution mechanism, talaq contains wisdom in the form of justice, protection for the oppressed party, and moral lessons for spouses. With proper understanding, talaq is expected to be practiced wisely, fairly, and in a manner that preserves family welfare and social order. Abstrak Penelitian ini mengkaji konsep talak dalam pernikahan menurut perspektif hukum Islam dengan menekankan pada aspek definisi, dasar hukum, syarat, macam-macam, serta hikmah yang terkandung di dalamnya. Talak dipahami sebagai jalan terakhir yang dibenarkan syariat apabila hubungan suami istri tidak lagi dapat dipertahankan secara harmonis. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah kitab fiqh klasik, fatwa ulama, serta jurnal ilmiah kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa talak memiliki hukum mubah, namun pelaksanaannya dibatasi oleh syarat tertentu, seperti dilakukan oleh suami yang berakal, sadar, tanpa paksaan, dan sesuai dengan prosedur syariat. Talak juga memiliki beberapa bentuk, antara lain talak raj’i, talak ba’in, talak sunnah, talak bid’i, dan talak kinayah, yang masing-masing memiliki konsekuensi hukum berbeda. Selain sebagai mekanisme penyelesaian konflik, talak mengandung hikmah berupa keadilan, perlindungan bagi pihak yang terzalimi, serta pembelajaran moral bagi pasangan. Dengan pemahaman yang tepat, talak diharapkan dapat dilaksanakan secara bijaksana, adil, dan tetap menjaga kemaslahatan keluarga serta ketertiban sosial.