Hasibuan, Sulham Efendi
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TANTANGAN ETIKA DIGITAL ISLAMI: STUDI FENOMENOLOGIS PADA SISWA YANG MENGAKSES KONTEN KEAGAMAAN SINGKAT Hasibuan, Sulham Efendi; Dini, Fitri Rahma; Hasibuan, Nesmi Yuli
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i4.8366

Abstract

The rise of short-form video platforms has transformed how young people consume religious content shifting from in-depth study to bite-sized religious messages. This transformation presents both opportunities for religious outreach and ethical challenges for students as consumers and sharers of content. This paper provides a systematic literature review (SLR) of empirical and conceptual studies on Islamic digital ethics and the consumption of short religious content among students. Reviewing 5 key articles (2020–2025), the study identifies core themes: (1) accuracy and tabayyun (verification) of content, (2) oversimplification and decontextualization of scriptural texts, (3) performative religiosity, (4) privacy and dissemination of personal data, (5) polarisation and provocation risks, and (6) potential for digital religious education. While short videos increase religious interest and engagement, students often face interpretive confusion and vulnerability to unverified information. Recommendations include embedding Islamic digital ethics into curricula, tabayyun training, and partnerships between religious educators and content creators to enhance content integrity. These findings are relevant to educators, policy makers, and digital da'wah practitioners engaging Gen Z and younger audiences. ABSTRAK Perkembangan platform short-form video telah mengubah cara generasi muda mengakses konten keagamaan: dari kajian panjang ke potongan pesan singkat yang mudah disebarluaskan. Transformasi ini menghadirkan peluang dakwah dan pembelajaran agama yang lebih luas sekaligus menimbulkan tantangan etis bagi siswa sebagai konsumen dan penyebar konten. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur sistematis (SLR) terhadap studi-studi empiris dan konseptual mengenai etika digital Islami dan praktik konsumsi konten keagamaan singkat di kalangan pelajar. Dengan menelaah 15 artikel utama (2020–2025) yang relevan, artikel ini mengidentifikasi tema-tema utama: (1) akurasi dan tabayyun (verifikasi) konten, (2) simplifikasi teks-naqli dan kehilangan konteks/tafsir, (3) fenomena performativitas keagamaan (pamer ibadah), (4) privasi dan penyebaran data personal, (5) polarisasi & potensi provokasi, serta (6) peluang pendidikan religius digital. Hasil menunjukkan bahwa meski konten singkat efektif menarik perhatian dan meningkatkan minat beragama, banyak pelajar mengalami kebingungan interpretatif dan rentan menerima informasi yang belum terverifikasi. Artikel ini merekomendasikan integrasi pendidikan etika digital Islami dalam kurikulum, pelatihan tabayyun, dan kolaborasi antara pendidik agama dengan pembuat konten untuk memastikan kualitas pesan dakwah. Temuan ini penting bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan praktisi dakwah digital yang bekerja dengan generasi Z dan alfa.
DARI LISAN KE LAYAR: PERGESERAN OTORITAS GURU PAI DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MEDIA DIGITAL Safitri, Yenni; Andini, Tri; Hasibuan, Sulham Efendi
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i4.8835

Abstract

The development of digital technology has significantly transformed the educational landscape, including Islamic Religious Education (PAI). This transformation has led to a shift in teacher authority, where teachers are no longer the sole source of knowledge but share their roles with digital media and online learning platforms. This study aims to examine the shift in the authority of Islamic education teachers in digital-based learning and the factors influencing this transformation. Using a qualitative literature review approach, this research analyzes various national and international scholarly articles related to digital learning, teacher authority, and Islamic education. The findings indicate that the shift in teacher authority is characterized by the increasing role of digital media, the transformation of teachers into facilitators, and the emergence of alternative religious authorities through social media and online platforms. Nevertheless, teachers remain essential in guiding students, validating religious knowledge, and shaping students’ moral and spiritual character. Therefore, strengthening digital competence and pedagogical skills is crucial to maintaining the authority and relevance of Islamic education teachers in the digital era. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Transformasi ini berdampak langsung pada pergeseran otoritas guru yang sebelumnya menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, kini berbagi peran dengan media digital dan sumber belajar daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif bagaimana pergeseran otoritas guru PAI terjadi dalam konteks pembelajaran berbasis media digital, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pergeseran otoritas guru PAI ditandai oleh meningkatnya peran teknologi sebagai sumber belajar, perubahan peran guru menjadi fasilitator, serta munculnya otoritas alternatif seperti media sosial dan platform digital keagamaan. Meskipun demikian, guru tetap memiliki peran strategis dalam membimbing, memvalidasi informasi, serta membentuk karakter dan nilai keislaman peserta didik. Oleh karena itu, penguatan kompetensi digital dan pedagogik guru PAI menjadi kebutuhan mendesak agar otoritas keilmuan dan moral tetap terjaga di era digital.
SOFT SKILLS PENDIDIKAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM Hasibuan, Sulham Efendi; Nurjulianti, Nurjulianti; Angraini, Fifi; Romadhona, Riska
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i1.9035

Abstract

Islamic education holds a crucial role in shaping well-rounded individuals, not only intellectually but also emotionally and socially. This paper explores the urgency of soft skills development within the framework of Islamic education, particularly in the context of Islamic Religious Education (IRE). Employing a descriptive qualitative method through literature review, the author examines recent scholarly sources that discuss the integration of Islamic values with the enhancement of interpersonal abilities such as communication, collaboration, and leadership. The findings reveal that Islamic education has significant potential to cultivate soft skills by internalizing moral values, ethical conduct, and the practical application of Islamic teachings in daily life. The study suggests that when Islamic education broadens its focus beyond cognitive and doctrinal content to include interpersonal skill development, it can produce resilient Muslim individuals with strong character who are capable of facing global challenges. The conclusion highlights that fostering soft skills is an essential component of holistic Islamic education and aligns with the demands of contemporary society. ABSTRAK Pendidikan Islam berperan penting dalam membentuk individu yang seimbang, tidak hanya dari sisi intelektual, tetapi juga dalam aspek emosional dan sosial. Tulisan ini membahas urgensi pengembangan soft skills dalam pendidikan Islam, khususnya dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan, penulis mengulas literatur-literatur mutakhir yang membahas keterpaduan nilai-nilai Islam dengan penguatan keterampilan interpersonal seperti komunikasi, kerja sama, dan kepemimpinan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan Islam sangat potensial dalam menanamkan soft skills melalui pembiasaan nilai-nilai moral, etika, dan implementasi ajaran Islam dalam aktivitas sehari-hari. Temuan ini mengungkapkan bahwa apabila pendidikan Islam tidak hanya menitikberatkan pada aspek intelektual dan keagamaan, tetapi juga memberi perhatian pada pengembangan keterampilan sosial, maka akan terbentuk generasi Muslim yang tangguh, memiliki karakter unggul, dan siap bersaing di era global. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa pembinaan soft skills adalah bagian yang tak terpisahkan dari konsep pendidikan Islam yang menyeluruh dan sesuai dengan tantangan zaman kini.
DAKWAH DAN KONDISI UMAT ISLAM DI ERA KONTEMPORER Hasibuan, Sulham Efendi; Riskia, Ayu; Sopiah, Sopiah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9021

Abstract

This study examines the relationship between da’wah and the condition of the Muslim community in the contemporary era, which is characterized by social change, advances in digital technology, and shifts in societal patterns of thought. The development of digital media has transformed da’wah from conventional methods into more open and flexible forms that extend into virtual spaces such as social media and online platforms. This research employs a descriptive qualitative approach through literature review and observation of emerging digital da’wah phenomena in society. The findings indicate that da’wah and the development of the Muslim community have a reciprocal relationship that mutually influences one another. Modern challenges, including information overload, changing lifestyles, and identity crises, require da’wah to be adaptive, dialogical, and contextual. At the same time, innovations in digital da’wah shape patterns of religious practice, particularly among younger generations. This study affirms that da’wah functions not only as a means of conveying Islamic teachings but also as a medium for fostering social awareness, strengthening Islamic identity, and providing moral guidance for Muslims amid global dynamics. ABSTRAK Penelitian ini membahas keterkaitan antara dakwah dan kondisi umat Islam di era kontemporer yang ditandai oleh perubahan sosial, kemajuan teknologi digital, serta pergeseran pola pikir masyarakat. Perkembangan media digital telah mengubah wajah dakwah dari metode konvensional menjadi lebih terbuka, fleksibel, dan menjangkau ruang virtual seperti media sosial dan platform daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan pengamatan terhadap fenomena dakwah digital yang berkembang di masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah dan perkembangan umat Islam memiliki hubungan timbal balik yang saling memengaruhi. Tantangan modern, seperti banjir informasi, perubahan gaya hidup, dan krisis identitas, menuntut dakwah yang adaptif, dialogis, dan kontekstual. Di sisi lain, inovasi dakwah di ruang digital turut membentuk pola keberagamaan umat, khususnya generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian ajaran Islam, tetapi juga sebagai media pembinaan kesadaran sosial, penguatan identitas keislaman, dan penuntun moral umat di tengah dinamika global.
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PADA JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UIN SYAHADA Nasution, Nur Syahbani; Pane, Zahra; Hasibuan, Sulham Efendi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9060

Abstract

This research aims to examine the implementation of active learning strategies in improving students’ learning motivation at the Department of Islamic Education, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. The background of this study is the low level of learning motivation among students, which is influenced by conventional teaching methods that tend to be lecturer-centered and less interactive. This study employs a qualitative descriptive approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consist of lecturers and students of the Islamic Education Department. Data analysis is conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of active learning strategies, such as group discussions, question and answer sessions, presentations, and problem-based activities, can significantly enhance students’ learning motivation. Students become more actively involved in the learning process, show greater enthusiasm, demonstrate increased confidence in expressing opinions, and develop better critical thinking skills. In addition, active learning creates a more engaging and collaborative classroom atmosphere, which positively influences students’ interest and responsibility toward learning. Therefore, the implementation of active learning strategies is considered effective in increasing students’ learning motivation and can be used as an alternative approach to improve the quality of learning in Islamic higher education institutions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi strategi pembelajaran aktif dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar mahasiswa yang disebabkan oleh penerapan pembelajaran konvensional yang cenderung berpusat pada dosen dan kurang melibatkan mahasiswa secara aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, dan pembelajaran berbasis masalah, mampu meningkatkan motivasi belajar mahasiswa secara signifikan. Mahasiswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, menunjukkan antusiasme yang tinggi, berani mengemukakan pendapat, serta memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik. Selain itu, pembelajaran aktif menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan kolaboratif sehingga meningkatkan minat dan tanggung jawab mahasiswa terhadap pembelajaran. Dengan demikian, strategi pembelajaran aktif terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi Islam.