Kemampuan motorik halus merupakan salah satu aspek perkembangan yang sangat penting bagi anak usia dini karena berhubungan dengan kesiapan anak dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari maupun pembelajaran lanjutan, seperti menulis, menggambar, menggunting, dan menempel. Berdasarkan hasil observasi awal di Kelompok B RA Perwanida Al-Ikhlas Kota Gorontalo, kemampuan motorik halus anak masih belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui penggunaan media loose part dengan teknik montase. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Subjek penelitian berjumlah 11 anak Kelompok B RA Perwanida Al-Ikhlas Kota Gorontalo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak secara bertahap, yaitu dari rata-rata 30% pada pra siklus, meningkat menjadi 46% pada siklus I, dan mencapai 71% pada siklus II. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam menggunting, menyusun, menempel, serta mengoordinasikan gerakan mata dan tangan dengan lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media loose part dengan teknik montase mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menarik, dan memberi kesempatan kepada anak untuk berlatih motorik halus melalui aktivitas yang konkret dan menyenangkan. Dengan demikian, media loose part dengan teknik montase efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.