Minyak mineral masih banyak digunakan sebagai isolasi cair peralatan tegangan tinggi, namun memiliki keterbatasan lingkungan sehingga diperlukan alternatif minyak isolasi ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanasan dan penambahan aditif tocopherol terhadap sifat dielektrik minyak bunga matahari sebagai kandidat minyak isolasi alternatif. Pengujian dilakukan secara eksperimental terhadap kadar air, tegangan tembus AC, permitivitas relatif, dan konduktivitas listrik dengan variasi durasi pemanasan dan persentase tocopherol, di mana pengujian tegangan tembus AC dilakukan menggunakan metode IEC 60156 pada gelas uji VDE 370 dengan jarak elektroda 2,5 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanasan efektif menurunkan kadar air minyak dari 4000 ppm menjadi 3119 ppm setelah 90 menit, yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas isolasi. Penambahan tocopherol menyebabkan penurunan nilai tegangan tembus, ditunjukkan oleh penurunan dari 77,43 kV menjadi 50,34 kV pada sampel dengan 11,43% tocopherol. Nilai permitivitas relatif juga menurun akibat perubahan komposisi molekul, sementara konduktivitas listrik menurun hingga 7,895 × 10⁻⁹ S/m yang menandakan meningkatnya resistivitas dan kualitas isolasi minyak. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak bunga matahari beraditif tocopherol berpotensi sebagai minyak isolasi cair ramah lingkungan, dengan komposisi aditif yang perlu dioptimalkan untuk memperoleh kinerja dielektrik terbaik. Kata kunci: Minyak Bunga Matahari, Tocopherol, Tegangan Tembus, Sifat Dielektrik, Minyak Isolasi