Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The System of Inheritance Distribution in Dusun Pulau Community, Air Rami District: A Comparative Study of Pekal Bacakuk Kayu Customary Law and Islamic Law Prianto, Rocky Eric; Putra, Deyan Ajian; Ridev, Ghania Khalisa; Zidane, Muhammad Azka
JURNAL HUKUM SEHASEN Vol 12 No 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Hukum Dehasen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jhs.v12i2.10948

Abstract

One of the common issues in contemporary society is the problem of inheritance distribution systems, which are influenced by legal pluralism, including customary law, Islamic law, and western law. These differing legal systems often lead to inconsistencies in inheritance practices within communities. This study aims to analyze the comparison between the inheritance distribution system under Pekal Bacakuk Kayu customary law and Islamic inheritance law in the Dusun Pulau community, Air Rami District. This research is an empirical legal study supported by a normative approach, with data collection conducted through interviews and literature review. The data were analyzed qualitatively using an inductive reasoning method. The results show that under Pekal Bacakuk Kayu customary law, the inheritance system follows a matrilineal pattern, where daughters are considered the primary or even sole heirs, while sons do not receive any inheritance rights. This system is based on social values, customs, and the function of property in maintaining family continuity. In contrast, Islamic inheritance law stipulates a proportional and clearly defined distribution, where male heirs receive twice the share of female heirs, reflecting their economic responsibilities. This difference indicates the existence of legal pluralism within society, resulting in differing concepts of justice between customary law and Islamic law. Therefore, efforts toward harmonization are necessary to create a fair inheritance system that aligns with societal values.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK SANDE DALAM SISTEM GADAI DI PAGARALAM Prianto, Rocky Eric; Pramitasari, Anisya Rizky; Jhohan, Muhammad; Sagita, Rury
Jurnal Hukum Ius Publicum Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Hukum Ius Publicum
Publisher : LPPM Universitas Doktor Husni Ingratubun Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55551/jip.v7i1.714

Abstract

Praktik sande merupakan bentuk gadai tradisional yang hidup dalam masyarakat adat Besemah di Pagaralam, di mana penyande menyerahkan tanah perkebunan atau pertanian kepada penating (penerima gadai) sebagai jaminan atas utang. Dalam praktiknya, penating tidak hanya menahan objek gadai, tetapi juga menguasai dan mengambil seluruh hasil tanah tanpa batas waktu yang jelas serta tanpa pengurangan terhadap utang pokok. Kondisi ini menimbulkan persoalan dalam perspektif hukum Islam, khususnya terkait prinsip rahn (gadai) yang menekankan keadilan dan keseimbangan hak para pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara normatif konstruksi dan pelaksanaan praktik sande dalam sistem gadai adat di Pagaralam serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip rahn dalam hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi pustaka menggunakan bahan hukum berupa Al-Qur’an, hadis, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES), fatwa DSN-MUI tentang rahn, serta peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sande mengandung penyimpangan dari prinsip rahn, terutama terkait pengambilan manfaat atas barang jaminan, kepemilikan yang tetap berada pada rahin (pemberi gadai), serta asas keadilan. Selain itu, dalam bentuk “sande mati” terdapat potensi peralihan kepemilikan secara de facto yang bertentangan dengan prinsip hukum Islam dan ketentuan hukum perdata.
Perbandingan Pengaturan Pembagian Warisan Menurut Hukum Adat Minangkabau dan Hukum Islam Prianto, Rocky Eric; Putri, Imelda Aprilia; Siahaan, Kristin Nadya Anggela; Risna, Fatimatul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37413

Abstract

Hukum waris di Indonesia bersifat pluralistik karena dipengaruhi oleh hukum adat, hukum Islam, dan hukum perdata barat. Salah satu yang memiliki karakter khas adalah hukum waris adat Minangkabau yang menganut sistem kekerabatan matrilineal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pembagian warisan menurut hukum adat Minangkabau dan hukum Islam serta melihat penerapannya dalam praktik. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum adat Minangkabau terdapat pembedaan antara harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah. Harta pusaka tinggi merupakan harta turun-temurun yang diwariskan secara kolektif melalui garis keturunan ibu dan tidak dibagi secara individual. Sementara itu, hukum waris Islam menggunakan sistem bilateral dengan pembagian warisan secara individual kepada ahli waris sesuai ketentuan Al-Qur’an. Perbedaan tersebut menimbulkan variasi penafsiran dalam praktik, namun beberapa putusan pengadilan tetap mengakui keberlakuan hukum adat terhadap harta pusaka tinggi. Oleh karena itu, praktik pembagian warisan di masyarakat Minangkabau masih menunjukkan adanya dualisme antara hukum adat dan hukum Islam meskipun berlandaskan prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.