Pembelajaran sejarah di sekolah masih didominasi oleh penggunaan buku teks dan penyampaian narasi kronologis, sehingga keterlibatan peserta didik dalam memahami makna sejarah secara kontekstual dan multidimensional cenderung terbatas. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya pemanfaatan sumber belajar autentik, khususnya cagar budaya dan artefak arkeologis di lingkungan sekitar. Salah satu bentuk tinggalan budaya yang memiliki potensi pedagogis tetapi relatif jarang dimanfaatkan dalam pembelajaran sejarah adalah arca Hindu, khususnya arca Ganesha. Arca ini tidak hanya merepresentasikan nilai religius dan simbolik, tetapi juga menyimpan beragam aspek material, artistik, dan teknologis yang relevan untuk pembelajaran interdisipliner.Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan arca Ganesha sebagai sumber autentik pembelajaran sejarah berbasis pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian konseptual melalui analisis literatur, ikonografi arca, serta relevansinya dalam konteks pembelajaran sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa arca Ganesha memiliki potensi integratif lintas disiplin, mulai dari aspek material dan pelapukan batu (science), pemanfaatan teknologi digital dalam dokumentasi dan visualisasi (technology), teknik pahatan dan struktur arca (engineering), nilai estetika dan simbolik (art), hingga proporsi dan simetri bentuk (mathematics). Pemanfaatan arca Ganesha sebagai sumber belajar autentik berbasis STEAM dapat memperkaya pengalaman belajar sejarah, mendorong keterampilan berpikir kritis, serta menghubungkan peserta didik dengan konteks budaya lokal secara lebih kontekstual. Artikel ini merekomendasikan pemanfaatan artefak arkeologis sebagai bagian dari inovasi pembelajaran sejarah yang interdisipliner dan bermakna.