Candrika, Anindita Antya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Orif Fraktur Shaft Femur Dekstra Candrika, Anindita Antya; Widodo , Agus; Yanuar, Reza Arshad
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i2.199

Abstract

Fraktur femur merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang sering menyebabkan gangguan fungsi ekstremitas bawah, terutama setelah tindakan operasi fiksasi internal seperti pemasangan plate and screw. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, keterbatasan luas gerak sendi, penurunan kekuatan otot, serta gangguan kemampuan berjalan dan aktivitas fungsional sehari-hari. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program fisioterapi berbasis prinsip FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) pada pasien pascaoperasi fraktur shaft femur kiri. Penelitian dilakukan di RSUD Salatiga pada bulan September 2025 terhadap satu pasien laki-laki berusia 20 tahun yang berada pada fase dua bulan pascaoperasi. Program fisioterapi diberikan sebanyak lima kali dalam satu minggu dengan durasi 60 menit setiap sesi. Intervensi yang diberikan meliputi latihan range of motion (ROM) aktif dan pasif, latihan penguatan otot isometrik pada quadriceps dan hamstring, gait training menggunakan alat bantu kruk, latihan fungsional seperti transfer dan latihan berdiri, serta edukasi home exercise untuk mendukung keberlanjutan terapi di rumah. Evaluasi dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri, goniometer untuk mengukur luas gerak sendi, Manual Muscle Testing (MMT) untuk menilai kekuatan otot, serta Lower Extremity Functional Scale (LEFS) untuk menilai kemampuan fungsional pasien. Hasil menunjukkan adanya penurunan nyeri, peningkatan ROM fleksi panggul dari 90° menjadi 100° dan ekstensi dari 10° menjadi 15°, peningkatan kekuatan otot dari 3/5 menjadi 4/5, serta peningkatan skor LEFS dari 41 menjadi 47. Disimpulkan bahwa fisioterapi berbasis FITT efektif dalam mempercepat pemulihan fungsional pasien pascaoperasi fraktur femur tanpa menimbulkan komplikasi tambahan.