Sindroma Koroner Akut (SKA) merupakan kondisi kardiovaskular yang memerlukan penanganan intensif dan sering kali membutuhkan lama rawat inap yang bervariasi, yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama hari rawat dengan kualitas hidup pasien Sindroma Koroner Akut di ruang Intensive Cardio Vascular Care Unit (ICVCU). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Populasi penelitian berjumlah 142 pasien SKA dalam tiga bulan terakhir, dan berdasarkan perhitungan rumus Slovin diperoleh sampel sebanyak 114 responden. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik responden, lembar observasi lama hari rawat, serta kuesioner kualitas hidup menggunakan Seattle Angina Questionnaire-7 (SAQ-7) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjalani lama rawat inap selama 3–5 hari dan memiliki kualitas hidup dalam kategori tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama hari rawat dengan kualitas hidup pasien SKA. Semakin lama pasien dirawat di ruang ICVCU, maka kualitas hidup pasien cenderung menurun. Oleh karena itu, pengelolaan lama rawat inap yang optimal diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien SKA.