Pemecahan masalah merupakan salah satu dasar yang dibutuhkan ketika seseorang mempelajari matematika. Pemecahan masalah adalah suatu tindakan yang dilakukan seseorang untuk mencari solusi terbaik terhadap suatu permasalahan. Menurut Polya, ada empat indikator kemampuan pemecahan masalah: 1) memahami masalah, 2) menetapkan rencana strategi pemecahan masalah, 3) menyelesaikan strategi pemecahan masalah, 4) meninjau jawaban yang diperoleh. Indikator ini menjadi acuan bagi siswa untuk menemukan solusi terbaik.Salah satu materi matematika yang melibatkan pemecahan masalah adalah fungsi komposisi. Fungsi komposisi adalah penggabungan dua jenis fungsi atau lebih yang membentuk suatu fungsi baru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan menganalisis dan menggambarkan kemampuan pemecahan masalah siswa terkait dengan fungsi komposisi. Penelitian melibatkan siswa kelas XI di SMK Al-Falah Gondanglegi sebanyak 11 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara semi terstruktur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu soal yang berkaitan dengan materi fungsi komposisi. Setelah siswa mengerjakan soal tersebut, peneliti mengategorikan siswa dalam tiga kelompok. Tiga siswa dipilih secara purposive sampling untuk mewakili tiga kategori kemampuan siswa, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Setelah itu peneliti menganalisis hasil pekerjaan siswa dari tiga kelompok sebagai perwakilan secara kualitatif yang dilengkapi dengan tambahan informasi yang didapatkan dari wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dua subjek memenuhi semua indikator pemecahan masalah namun masih ditemukan satu subjek yang tidak memenuhi keempat indikator dari pemecahan masalah. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa perlunya peningkatan kemampuan pemecahan masa lah khususnya pada materi fungsi komposisi karena kemampuan pemecahan masalah siswa masih sangat rendah.