Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Media Kopi Ulat dalam Pembelajaran Matematika Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Awantagusnik, Annafi; Azzahro', Qissiisiina
CONSISTAN (Jurnal Tadris Matematika) Vol 1 No 01 (2023): Consistan : Jurnal Tadris Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/consistan.v1i01.1050

Abstract

Pandemi COVID-19, menyebabkan  penurunan pembelajaran yang signifikan khususnya pada mata pelajaran matematika. Kegiatan belajar mengajar memerlukan media pendidikan yang dapat membangkitkan perhatian dan ketertarikan siswa terhadap materi. Berdasarkan hal tersebut, penting untuk mengamati pengaruh penggunaan media terhadap pembelajaran matematika terutama pada materi penjumlahan dan pengurangan operasi bilangan bulat. Kalkulator operasi bilangan bulat (Kopi Ulat) adalah salah satu alat pembelajaran matematika yang dapat digunakan dalam materi operasi penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat. Dengan memanfaatkan Kopi Ulat, siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat kecil. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan Kopi Ulat pada hasil belajar. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 4 SD Negeri 04 Segaran sebanyak 19 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kopi Ulat dalam pembelajaran matematika di kelas mampu meningkatkan hasil belajar operasi penjumlahan dan pengurangan operasi bilangan bulat. Hal ini dibuktikan dengan naiknya persentase ketuntasan siswa. Melalui media Kopi ulat, siswa juga mampu merumuskan langkah-langkah operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, mampu membedakan  bilangan positif maupun negatif, serta lebih mudah dalam menyelesaikan soal.
Folding Back Mahasiswa dalam Menggambar Grafik Fungsi Rasional pada Kelas Pengantar Aljabar Awantagusnik, Annafi
CONSISTAN (Jurnal Tadris Matematika) Vol 2 No 01 (2024): Consistan : Jurnal Tadris Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/consistan.v2i01.1343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan folding back mahasiswa dalam menggambarkan grafik fungsi rasioanl. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Folding back adalah tindakan kembali ke lapisan pemahaman yang lebih dalam ketika mahasiswa mengalami hambatan. Lapisan pemahaman yang dimaksud adalah lapisan pemahaman berdasarkan Pirie dan Kieren (1994). Folding back yang diteliti adalah proses aktivitas, lintasan yang dilalui, bentuk, dan hasil folding back. Instrumen yang digunakan adalah soal menggambar grafik fungsi rasional dan pedoman wawancara. Penelitian diawali dengan pengerjaan dua soal grafik fungsi rasional oleh mahasiswa pada mata kuliah pengantar aljabar. Berdasarkan hasil pekerjaan tersebut, peneliti menggolongkan mahasiswa dalam kelompok berdasarkan cara pengerjaan dan kebenaran jawaban. Dari jawaban yang benar, peneliti memilih dua mahasiswa dari masing-masing kelompok, kemudian melakukan wawancara singkat terkait adanya folding back atau tidak. Peneliti mendapatkan 4 subjek penelitian yang melakukan folding back pada kedua soal yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa melakukan folding back berupa bekerja pada lapisan yang lebih dalam dengan menggunakan pemahaman yang sudah ada, mengumpulkan lapisan yang lebih dalam, pindah topik dan menyebabkan diskontinuitas. Mahasiswa mempunyai lintasan yang berbeda-beda tetapi selalu kembali ke lapisan primitive knowing. Masih ditemukan folding back yang tidak efektif dalam menggambarkan grafik fungsi rasional pada soal yang diberikan.
Penggunaan LKPD Dan Diskusi Kelompok Untuk Meningkatkan Keaktifan Serta Hasil Belajar Matematika Siswa Andrianto, Didin; Awantagusnik, Annafi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19267

Abstract

Keterlibatan siswa dan hasil belajar merupakan indikator penting dalam menilai efektivitas pembelajaran. Partisipasi aktif mencerminkan tingkat keterlibatan siswa selama proses pembelajaran, sedangkan hasil belajar menunjukkan sejauh mana siswa memahami materi. Rendahnya partisipasi sering berkaitan dengan prestasi akademik yang kurang. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI TKJ 1 di SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo melalui penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan teknik diskusi kelompok. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil pada siklus pertama menunjukkan keaktifan siswa sebesar 30,38% dan hasil belajar 19,35%. Setelah perbaikan pada siklus kedua, keaktifan meningkat menjadi 65,83% dan hasil belajar mencapai 86,21%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD dan diskusi kelompok efektif meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika
A STRATEGI MEMPREDIKSI TINGKAT KELULUSAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO DENGAN TEORI FUZZY TSUKAMOTO Kurniasih, Ranti; Awantagusnik, Annafi; Zia Alghar, Muhammad
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 9 No 1 (2024): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/must.v9i1.22830

Abstract

The purpose of this research is to create a mathematical model related to fuzzy logic to predict student graduation rates starting in 2024. This type of research is applied research. The method used is the tsukamoto method in fuzzy analysis and checking the accuracy of forecasting with MAPE. Data collection techniques are carried out by collecting primary data and secondary data. The primary data used is data on new student admissions, many graduates, and many graduates from Muhammadiyah Ponorogo University in 2021, 2022, and 2023. Secondary data is obtained from books, articles, and documents relevant to Tsukamoto fuzzy. The results of the Tsukamoto fuzzy analysis with MAPE testing show that the fuzzy model built is at a percentage of 5.3%. This means that the fuzzy system has excellent forecasting capabilities in predicting student graduation rates in 2021, 2022, and 2023 and can be used to predict many graduates in 2024.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS XI DALAM MENYELESAIKAN SOAL FUNGSI KOMPOSISI Laili, Wardatul; Awantagusnik, Annafi
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemecahan masalah merupakan salah satu dasar yang dibutuhkan ketika seseorang mempelajari matematika. Pemecahan masalah adalah suatu tindakan yang dilakukan seseorang untuk mencari solusi terbaik terhadap suatu permasalahan. Menurut Polya, ada empat indikator kemampuan pemecahan masalah: 1) memahami masalah, 2) menetapkan rencana strategi pemecahan masalah, 3) menyelesaikan strategi pemecahan masalah, 4) meninjau jawaban yang diperoleh. Indikator ini menjadi acuan bagi siswa untuk menemukan solusi terbaik.Salah satu materi matematika yang melibatkan pemecahan masalah adalah fungsi komposisi. Fungsi komposisi adalah penggabungan dua jenis fungsi atau lebih yang membentuk suatu fungsi baru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan menganalisis dan menggambarkan kemampuan pemecahan masalah siswa terkait dengan fungsi komposisi. Penelitian melibatkan siswa kelas XI di SMK Al-Falah Gondanglegi sebanyak 11 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara semi terstruktur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu soal yang berkaitan dengan materi fungsi komposisi. Setelah siswa mengerjakan soal tersebut, peneliti mengategorikan siswa dalam tiga kelompok. Tiga siswa dipilih secara purposive sampling untuk mewakili tiga kategori kemampuan siswa, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Setelah itu peneliti menganalisis hasil pekerjaan siswa dari tiga kelompok sebagai perwakilan secara kualitatif yang dilengkapi dengan tambahan informasi yang didapatkan dari wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dua subjek memenuhi semua indikator pemecahan masalah namun masih ditemukan satu subjek yang tidak memenuhi keempat indikator dari pemecahan masalah. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa perlunya peningkatan kemampuan pemecahan masa lah khususnya pada materi fungsi komposisi karena kemampuan pemecahan masalah siswa masih sangat rendah.
Rekontruksi Pemahaman Konsep Siswa SMP Melalui Konflik Kognitif pada Materi Kubus dan Balok Wijayanti, Reni; Awantagusnik, Annafi
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.5951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan respons pemahaman konsep matematis siswa SMP pada materi kubus dan balok melalui wawancara berbasis konflik kognitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Tahap penjaringan awal melibatkan 20 siswa kelas IX SMP YBPK 1 Tirtoyudo yang telah mempelajari materi kubus dan balok. Berdasarkan hasil tes pemahaman konsep, dua siswa dipilih secara purposif sebagai subjek penelitian, yaitu satu siswa kategori sedang dan satu siswa kategori rendah. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan wawancara semi-terstruktur berbasis konflik kognitif, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pemahaman konsep dianalisis berdasarkan enam indikator, yaitu menyatakan ulang konsep, mengklasifikasikan objek, menyajikan representasi matematis, mengembangkan syarat perlu dan cukup, menggunakan prosedur, serta mengaplikasikan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kategori sedang mengalami perubahan respons terutama pada indikator representasi matematis, syarat perlu dan cukup, serta aplikasi konsep, sedangkan pada indikator menyatakan ulang konsep perubahan belum menunjukkan konsistensi. Siswa kategori rendah menunjukkan perubahan respons pada seluruh indikator yang dianalisis. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan respons tidak berlangsung dengan pola yang sama pada setiap siswa. Karena penelitian hanya menganalisis dua kasus, tidak menggunakan kelompok pembanding, dan tidak melakukan pengukuran retensi, hasil penelitian bersifat kontekstual dan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasikan. Reconstructing Junior High School Students’ Conceptual Understanding through Cognitive Conflict in Learning Cubes and Rectangular Prisms Abstract This study aimed to describe changes in junior high school students’ mathematical conceptual understanding of cubes and rectangular prisms through cognitive-conflict-based interviews. The study employed a qualitative case study design. The initial screening involved 20 ninth-grade students at SMP YBPK 1 Tirtoyudo who had previously studied cubes and rectangular prisms. Based on the conceptual understanding test, two students were purposively selected as the main participants: one student in the medium category and one student in the low category. Data were collected through a conceptual understanding test and semi-structured cognitive-conflict-based interviews and were analyzed using the Miles and Huberman model, which included data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. Conceptual understanding was examined through six indicators: restating concepts, classifying objects, representing concepts mathematically, identifying necessary and sufficient conditions, applying appropriate procedures, and applying concepts to problem-solving situations. The findings showed that the medium-category student demonstrated changes mainly in mathematical representation, necessary and sufficient conditions, and concept application, while the response on the concept-restatement indicator did not change consistently. The low-category student showed changes across all six indicators. These findings indicate that changes in responses did not occur in the same pattern for both students. Because the study analyzed only two cases, did not include a comparison group, and did not conduct retention measurement, the findings are context-bound and are not intended to be generalized.