Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGGUNAAN Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) DALAM DETEKSI DINI KESEHATAN MENTAL REMAJA UNTUK MENDUKUNG SDM TANGGUH Ismailinar; Yusnita; Sukma, Zahara; Marlina
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026 (ON PROGRESS)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.219

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tangguh, produktif, dan berkualitas. Remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu memiliki kondisi psikologis yang sehat agar mampu berperan optimal dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil deteksi dini kesehatan mental remaja menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Simpang Keramat, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2025 dengan teknik total sampling terhadap 45 siswa kelas XI. Instrumen yang digunakan adalah SDQ-25, yang mencakup domain gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas, masalah teman sebaya, skor kesulitan, dan perilaku prososial. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, yaitu 37 siswa (82%), dan mayoritas berusia 16 tahun. Pada domain gejala emosional, sebanyak 5 siswa (11%) berada pada kategori abnormal, 3 siswa (7%) borderline, dan 37 siswa (82%) normal. Pada domain masalah perilaku, 4 siswa (9%) abnormal, 7 siswa (15%) borderline, dan 34 siswa (76%) normal. Domain hiperaktivitas menunjukkan 1 siswa (2%) abnormal, 2 siswa (5%) borderline, dan 42 siswa (93%) normal. Sementara itu, masalah teman sebaya menunjukkan proporsi borderline yang cukup tinggi, yaitu 15 siswa (33%). Skor kesulitan menunjukkan 20 siswa (44%) berada pada kategori abnormal. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan deteksi dini dan program promotif-preventif kesehatan mental di lingkungan sekolah.