Ketidakseimbangan asupan zat gizi dengan kebutuhan tubuh dalam waktu lama dimanifestasikan dengan kondisi pendek (stunting) pada anak balita. Masalah gizi masih menjadi salah satu isu penting yang dihadapi masyarakat Indonesia. Salah satu wilayah Kecamatan Pangalengan memiliki angka stunting yang cukup tinggi dengan indikasi anak stunting sebesar 220 anak, sedangkan dalam kategori stunting sebanyak 41 anak. Arah pembangunan kesehatan saat ini dititik beratkan pada upaya promotif preventif yang dinilai dapat memberikan dampak kesehatan yang lebih luas dan lebih efisien dari sisi ekonomi. Media digital memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan karena mampu menyampaikan informasi secara interaktif, visual, dan mudah diakses oleh masyarakat luas, sehingga efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengembangkan media Promosi Kesehatan E-Booklet Pencegahan Stunting bagi remaja. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengembangan (RnD) dengan pendekatan model 4D (Define, Design, Development, Dessimination). Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pangalengan pada tahun 2024. Sasaran penelitian yaitu remaja putri usia SMA dan ahli materi serta ahli media. Instrumen yang digunakan pedoman wawancara dan lembar penilaian ahli materi serta media. Analisis data menggunakan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Hasil Penelitian, media E Booklet tentang berhasil dikembangkan melalui tahapan 4D. Media dinyatakan sangat layak dengan nilai kelayakan materi 93.75 dan kelayakan media 85.4. Produksi akhir media melalui revisi dan penyempurnaan, kemudian disebarluaskan melalui link dan QR code serta didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).