Latar belakang : Kesehatan maternal merupakan aspek penting dalam mencegah penularan penyakit infeksi selama kehamilan. Ibu hamil berisiko mengalami infeksi seperti HIV, sifilis, dan hepatitis B yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Skrining dini berperan dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas skrining di Puskesmas Mijen, mengidentifikasi hambatan, serta mengeksplorasi strategi untuk meningkatkan cakupan, kualitas layanan, dan luaran kesehatan maternal.Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas skrining di Puskesmas Mijen, mengidentifikasi hambatan, serta mengeksplorasi strategi untuk meningkatkan cakupan, kualitas layanan, dan luaran kesehatan maternal.Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dari laporan program Puskesmas Mijen.Hasil : Program skrining Triple Eliminasi mencapai cakupan 100% pada tahun 2023 dan 2024. Prevalensi penyakit infeksi pada ibu hamil mengalami penurunan dari 2,1% (21/996) pada tahun 2023 menjadi 1,8% (16/903) pada tahun 2024.Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun cakupan skrining mencapai 100% pada tahun 2023–2024, prevalensi penyakit infeksi pada ibu hamil hanya mengalami sedikit penurunan dari 2,1% menjadi 1,8%. Rekomendasi yang dapat diberikan meliputi penguatan strategi Triple Eliminasi, perluasan skrining, peningkatan dukungan pasien, serta peningkatan edukasi masyarakat.