Bachtiar, Vania Angeline
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAPPING INSOMNIA SEVERITY AMONG PROLANIS PATIENTS: A FORMATIVE STUDY IN A REMOTE AREA OF INDONESIA Bachtiar, Vania Angeline; Sebong, Perigrinus Hermin; Pratiwi, Fransiska Inka; Sutanto, Eviana Budiarti; Mandagie, Aprilia Karen; Christyana, To Lidwina Prillya Indra; Santoso, Ferry
Jurnal Pranata Biomedika Vol 5, No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v5i1.15239

Abstract

Background: poor sleep quality among type-2 diabetes mellitus and hypertension patients is a neglected issue in pursuing a continuum of care for the patients. Only little information is available concerning the association between hypertensive and diabetes mellitus conditions and poor quality of sleep among the Indonesian elderly in rural areas. This study aims to assess insomnia severity among PROLANIS patients.Methods: formative research was applied to map the current occurrence of insomnia severity among medical PROLANIS patients Puskesmas Pasir Sakti Lampung Timur. Data were collected through self-questionnaires (n=43). Univariate and ANOVA tests were used with significance (p-value 0.05). Results: the study included 43 participants, with a mean age of 66.02 (± 8.25). The Insomnia Severity Index mean scores were 12.26  ± 5.13 (hypertension), 8.67 ± 7.02 (type-2 diabetes mellitus), and 7.65 ± 5.84 (type-2 diabetes mellitus + hypertension). Our study showed significant differences in the insomnia severity index score between chronic conditions.Conclusions: There was a considerable difference in insomnia severity and sleep hygiene between patients with hypertension, type-2 diabetes mellitus, and type-2 diabetes mellitus + hypertension. Also, sleep hygiene significantly differed between routine and non-medical intake. Future assessment of sleep hygiene and insomnia severity should be intensive and incorporated into the PROLANIS program in Puskesmas. It is also needed for sleep quality literacy interventions among patients in rural areas.
OPTIMALISASI JEJARING PUSKESMAS DALAM SKRINING PENYAKIT MENULAR PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG Firdaus, Jaiza Alya; Kurniawan, Sia Karyn Kristanty; Bachtiar, Vania Angeline; Sebong, Perigrinus H
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 1: Maret 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i1.15223

Abstract

Latar belakang : Kesehatan maternal merupakan aspek penting dalam mencegah penularan penyakit infeksi selama kehamilan. Ibu hamil berisiko mengalami infeksi seperti HIV, sifilis, dan hepatitis B yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Skrining dini berperan dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas skrining di Puskesmas Mijen, mengidentifikasi hambatan, serta mengeksplorasi strategi untuk meningkatkan cakupan, kualitas layanan, dan luaran kesehatan maternal.Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas skrining di Puskesmas Mijen, mengidentifikasi hambatan, serta mengeksplorasi strategi untuk meningkatkan cakupan, kualitas layanan, dan luaran kesehatan maternal.Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dari laporan program Puskesmas Mijen.Hasil : Program skrining Triple Eliminasi mencapai cakupan 100% pada tahun 2023 dan 2024. Prevalensi penyakit infeksi pada ibu hamil mengalami penurunan dari 2,1% (21/996) pada tahun 2023 menjadi 1,8% (16/903) pada tahun 2024.Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun cakupan skrining mencapai 100% pada tahun 2023–2024, prevalensi penyakit infeksi pada ibu hamil hanya mengalami sedikit penurunan dari 2,1% menjadi 1,8%. Rekomendasi yang dapat diberikan meliputi penguatan strategi Triple Eliminasi, perluasan skrining, peningkatan dukungan pasien, serta peningkatan edukasi masyarakat.