Dokumentasi merupakan catatan yang dapat digunakan sebagai bukti hukum oleh tenaga kesehatan, berisi data lengkap dan nyata tentang kondisi pasien serta proses perawatannya dari masuk hingga keluar rumah sakit. Di indonesia saat ini,terdapat permasalahan yaitu masih banyak perawat yang kurang memahami cara pendokumentasikan yang benar. Pelaksanaan dokumentasi asuhan keperwatan merupakan indikator kinerja perawat salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan perawat dengan pendokumtasian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Mayjend H.M Ryacudu Kabupaten Lampung Utara.Jenis penelitian adalah analitik korelasi dengan metode penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang berkerja diruang rawat inap RSUD Mayjend H.M Ryacudu Kabupaten Lampung Utara, dengan jumlah populasi 112 perawat dihitung menggunakan rumus slovin untuk menentukan jumlah sempel didapatkan hasil 53 responden.Teknik pengambilan sempel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat (chi square).Hasil penelitian diperoleh sebanyak 24 responden ( 45,3%) dengan tingkat pendidikan Diploma III, responden yang memiliki Pendokumentasaian asuhan keperawatan kurang baik sebanyak 24 responden (45,3%). Berdasarkan uji statistik, didapatkan hasil p-velue 0,000 (sig < 0,05) Ha diterima, yang artinya terdapat hubungan secara signifikan antara tingkat pendidikan perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Mayjend H.M Ryacudu Kabupaten Lampung Utara. Disarankan menambah pengetahuan tentang dokumentasi asuhan keperawatan melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, atau seminar agar dapat melakukan pendokumentasian dengan baik.