Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Nilai Tambah dengan Metode Hayami dalam Produk Minuman Teh Pada CV. Melek Berkah Utama di Cikarang Selatan Rifiani, Nanda; Sari, Oktora Yogi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i4.32758

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah persaingan yang ketat, kebutuhan untuk beradaptasi dengan tren, variasi produk untuk memenuhi preferensi konsumen, manajemen stok yang efisien, dan kebutuhan untuk membangun kesadaran merek yang kuat melalui media sosial. Melek Tea perlu menetapkan strategi bisnis untuk meningkatkan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah produk teh di CV. Melek Berkah Utama Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi metode, yaitu penggunaan lebih dari satu metode penelitian untuk mengkaji fenomena yang sama. Peneliti menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai sarana untuk menganalisis fenomena yang ada dan memastikan bahwa interpretasi tidak semata-mata bergantung pada satu sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis nilai tambah produksi teh pada perusahaan Melek Tea dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.1.1. Pada Tabel 4.1.1 menunjukkan kuantitas Melek Tea yang diproduksi dan jumlah bahan baku yang digunakan. Faktor konversi untuk produksi teh ini adalah 16,667. Sementara itu, produksi varian rasa adalah 31,25, dan nilai konversi ini berarti setiap kilogram teh olahan menghasilkan 16.667 kg teh Melek Tea. Nilai konversi untuk setiap varian rasa olahan adalah 31,25 kg. Nilai tambah produksi Teh Melek per kilogram adalah Rp 68.050.000, sedangkan nilai tambah varian rasa adalah Rp 159.225.000 per kilogram. Usaha minuman Teh Melek memberikan rasio nilai tambah sebesar 13,61% dari nilai produk untuk minuman teh original per kg. Sementara itu, rasio nilai tambah untuk minuman rasa per kg adalah 67,9% dari nilai produk. Biaya tenaga kerja untuk minuman teh original per kg adalah Rp 33.868.800, sedangkan biaya tenaga kerja untuk minuman rasa per kg adalah Rp 2.419.200. Kesimpulan dari penelitian ini adalah analisis nilai tambah dengan metode Hayami pada proses produksi teh di CV. Teh Melek di Cikarang menunjukkan bahwa faktor konversi produksi teh lebih kecil dibandingkan produksi teh lainnya karena produksinya tidak membutuhkan banyak tenaga kerja melainkan menggunakan peralatan langsung.