Intensitas kebisingan pada operator compactor di perusahaan konstruksi di Minas berada di atas ambang batas yang dianjurkan, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Hasil survei awal menunjukkan masih banyak operator yang kurang memahami pentingnya kepatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri untuk kebisingan. Ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada operator, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain potong lintang dan melibatkan seluruh operator sebagai responden. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh dalam menggunakan alat pelindung diri, meskipun banyak di antaranya memiliki pengetahuan yang baik. Sikap responden cenderung negatif, motivasi kerja relatif rendah, serta sebagian besar memiliki masa kerja yang cukup lama. Selain itu, ketersediaan alat pelindung diri belum optimal, tingkat kenyamanan penggunaan masih rendah, pelatihan belum memadai, serta pengawasan dan kebijakan keselamatan kerja dinilai belum berjalan dengan baik. Faktor yang terbukti berhubungan dengan kepatuhan adalah motivasi sebagai faktor individu dan pengawasan keselamatan sebagai faktor organisasi, dengan motivasi menjadi faktor paling dominan. Sementara itu, pengetahuan, sikap, masa kerja, ketersediaan dan kenyamanan alat, pelatihan, serta kebijakan tidak menunjukkan hubungan yang berarti. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan edukasi, memastikan ketersediaan alat pelindung diri yang memadai dan nyaman, serta memperkuat sistem pengawasan guna meningkatkan kepatuhan pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri terhadap kebisingan.