Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Deskriptif Jenis Anemia Berdasarkan Mean Corpuscular Haemoglobin (Mch) Pada Ibu Hamil di RSUD KH. Mansyur Kintap Kabupaten Tanah Laut Afifah, Izatil; Istiqamah, Istiqamah; Yuwindry, Iwan; Suhartati, Susanti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1064

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan hasil data World Health Organization (WHO) sebesar 38,2% Ibu hamil yang mengalami anemia di dunia. Di Indonesia, ibu hamil dengan kadar Hb di bawah 11 g/dl presentase sebesar 30% dari populasi ibu hamil, sedangkan kadar Hb di bawah 7 g/dl (anemia berat) sebesar 0,5%. Data-data ibu hamil dengan anemia menunjukkan bahwa anemia masih memerlukan penanganan di Indonesia. Kadar Hb anemia diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu anemia berat, anemia sedang, dan anemia ringan. Konsentrasi Hb selama kehamilan akan menurun. Mean Corpuscular Haemoglobin (MCH) merupakan indeks eritrosit yang dapat dinilai untuk menentukan jenis anemia, yaitu anemia hipokromik mikrositik <28 pg (menurun), anemia normokromik normositik 28-34 pg (normal). Tujuan: Mengetahui gambaran jenis anemia berdasarkan mean corpuscular haemoglobin pada ibu hamil di RSUD KH. Mansyur Kintap, Kabupaten Tanah Laut, tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuatitatif yang bertujuan mengetahui gambaran jenis anemia berdasarkan mean corpuscolar haemoglobin pada ibu hamil di RSUD KH. Mansyur tahun 2023. Hasil: Sebanyak 118 sampel, anemia ringan (51,7%, n=61), anemia sedang (48,3%, n=57), dan tidak ditemukan anemia berat. Gambaran jenis MCH (menurun) anemia hipokromik mikrositik (100%, n=118); tidak ditemukan anemia normokromik normositik maupun anemia makrositer. Berdasarkan indeks eritrosit menunjukan anemia hipokromik mikrositik memiliki presentase terbanyak dan nilai hb anemia ringan dengan presentase tebanyak. Simpulan: Penelitian ini merupakan hasil pemeriksaan anemia pada ibu hamil berdasarkan pemeriksaan indeks eritrosit (MCH) di RSUD KH. Mansyur Kintap 2023 sebagian besar mengalami anemia ringan dan anemia hipokromik mikrositik.
Penjaringan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Baru Afifah, Izatil; Istiqamah, Istiqamah; Yuwindry, Iwan; Suhartati, Susanti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1065

Abstract

Pendahuluan: Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik dapat dilihat dari pengukuran lingkar lengan atas (LiLA) yang <23,5 cm. Komplikasi pada ibu hamil KEK bukan hanya berdampak pada ibu, tetapi juga pada janin, yaitu terjadinya anemia, persalinan sebelum waktunya, keguguran, anemia pada bayi, dan BBLR. Kabupaten Banjar berada di urutan kesepuluh dari 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Puskesmas Beruntung Baru pada tahun 2023 memiliki sasaran ibu hamil sebanyak 283 orang dan sasaran ibu hamil KEK sebanyak 33 orang. Ibu hamil KEK dari Januari sampai Juni tercatat sebanyak 23 orang. Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik (KEK). Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Baru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah ceklis. Analisis data secara univariat. Hasil: Berdasarkan hasil distribusi frekuensi umur mayoritas tidak berisiko 20-35 tahun sebanyak 19 orang (63,3%0, distribusi frekuensi paritas mayoritas multipara sebanyak 10 orang (33,3%), distribusi frekuensi jarak kehamilan mayoritas ≥2 tahun sebanyak 19 orang (63,3%), distribusi frekuensi pemeberian makanan tambahan mayoritas ibu hamil yang tidak diberikan makanan tambahan sebanyak 25 orang (83,3%) dan distribusi frekuensi kunjungan ANC mayoritas sesuai dengan usia kehamilan sebanyak 18 orang (60%). Simpulan: Berdasarkan karakteristik umur, paritas, dan jarak kehamilan, saling berkaitan dengan terjadinya ibu hamil kekurangan energi kronik. Pemberian makanan tambahan dan kunjungan ANC.