Pendahuluan: Capaian pemberian ASI eksklusif menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Hal ini disebabkan rendahnya cakupan pemberian ASI secara eksklusif. Di Puskesmas Lanjas didapatkan cakupan ASI eksklusif 65% di tahun 2023, sedangkan target SPM 100%, target RENSTRA 75%, dan cakupan ASI eksklusif 64,2% di tahun 2022 serta 63% di tahun 2021. Banyak faktor yang memengaruhi ibu dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, salah satunya adalah efikasi diri, Efikasi diri merupakan satu keyakinan yang mendorong individu untuk melakukan dan mencapai sesuatu. Pentingnya mengetahui keyakinan ibu dalam pemberian ASI eksklusif, khususnya dalam menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Tujuan: Mengidentifikasi Breastfeeding Self-Efficacy pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Lanjas. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif, dengan populasi 30 orang ibu menyusui yang memiliki bayi berusia 0-12 bulan. Pengkajian data dilakukan menggunakan instrumen Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF). Analisis univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi responden. Hasil: Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan mengidentifikasi Breastfeeding Self Efficacy Pada Ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Lanjas didapatkan kategori responden mayoritas dengan usia ibu 20-35 tahun sebanyak 30 responden atau 100%, usia anak responden sebagian besar berusia 6 bulan yaitu 9 orang atau 30%, jumlah anak responden mayoritas 2 anak dengan jumlah responden 22 orang atau 73.3% Dan efikasi diri ibu menyusui sebagian besar ditemukan dengan efikasi tinggi yaitu 19 responden atau 63.3%. Simpulan: Terdapat efikasi yang tinggi pada ibu yang memiliki keinginan dan niat untuk menyusui bayinya, yang diidentifikasi berdasarkan pola pikir, reaksi emosional dalam menghadapi kesulitan menyusui, usaha kegigihan, dan pemilihan perilaku menyusui.