Pendahuluan: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian anak dengan sekitar 740.000 kematian balita (14% dari total kematian global). Di Indonesia, kasus pneumonia pada anak meningkat dari 715.760 pada 2023 menjadi 857.483 pada 2024. Salah satu intervensi keperawatan mandiri adalah posisi semi-recumbent untuk meningkatkan oksigenasi dan meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan: Mengetahui pengaruh posisi semi-recumbent terhadap saturasi oksigen dan tingkat kenyamanan pada anak dengan pneumonia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 12 anak dengan pneumonia di Ruang Alamanda yang diambil secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oximeter, dan tingkat kenyamanan dinilai menggunakan Comfort Behavior Scale. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Rata-rata saturasi oksigen meningkat dari 94,75% (hipoksia ringan) menjadi 96,50% (normal), dan kenyamanan meningkat dari 1,67 (tidak nyaman) menjadi 2,58 (nyaman). Uji statistik menunjukkan bahwa posisi semi-recumbent berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen (p = 0,002) dan kenyamanan (p = 0,015) pada anak dengan pneumonia. Kesimpulan: Posisi semi-recumbent berpengaruh signifikan dalam meningkatkan saturasi oksigen dan kenyamanan anak dengan pneumonia. Intervensi ini efektif, mudah, dan aman sehingga direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis rutin. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain pre-eksperimental one-group pre-test-post-test, dilakukan pada 10 Desember 2025–10 Januari 2026 di ruang anak Alamanda RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung, dengan sampel minimal 12–25 responden.