Perubahan lingkungan laut menjadi isu global yang berdampak signifikan terhadap ekosistem pesisir dan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut, termasuk di Kota Ternate. Fenomena seperti kenaikan permukaan laut, polusi, dan kerusakan ekosistem laut mempengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan. Meskipun dampak tersebut dirasakan oleh masyarakat setempat, persepsi mereka terhadap perubahan lingkungan laut di Kota Ternate masih kurang dipahami. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan lingkungan laut dan faktor-faktor yang memengaruhi pandangan mereka, dengan harapan dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan lingkungan dan kebijakan mitigasi yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat pesisir. Hasil survei terhadap 155 responden menunjukkan bahwa 82,6% tinggal di wilayah pesisir, namun pemahaman mendalam terhadap perubahan iklim masih rendah. Responden mengidentifikasi pencemaran sampah (45,8%) dan penangkapan ikan dengan bahan peledak (42,6%) sebagai penyebab utama kerusakan laut. Dampak yang dirasakan meliputi kerusakan estetika pantai (52,9%), gangguan kesehatan (32,3%), dan penurunan hasil tangkapan ikan (28,4%). Meskipun 49,4% responden pernah mendengar istilah mikroplastik, pemahaman yang mendalam masih rendah. Sebagian besar responden menyatakan kekhawatiran tinggi terhadap pencemaran dan kehilangan keanekaragaman hayati laut. Terkait abrasi pantai, 56,1% menyebut gelombang tinggi sebagai penyebab utama, dan 42,6% mengaku mengalami kerusakan infrastruktur. Upaya mitigasi yang paling dikenal masyarakat adalah pengelolaan sampah yang baik (63,9%), pelarangan penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan (47,7%), dan penanaman mangrove (41,3%). Sebanyak 56,1% responden percaya bahwa pelestarian lingkungan laut merupakan tanggung jawab bersama, dan 60% menyatakan bersedia terlibat dalam aksi nyata. Dukungan terhadap kebijakan perlindungan laut sangat tinggi (98,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kesadaran terhadap isu lingkungan laut sudah cukup tinggi, masih diperlukan peningkatan pemahaman dan keterlibatan aktif melalui edukasi dan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait.