Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSPERIMENTAL POLA ALIRAN DAN REMBESAN DIBAWAH PONDASI BENDUNGAN URUGAN TANAH Sudirman Sudirman
Journal Techno Entrepreneur Acta Vol. 5 No. 1 (2020): Juli
Publisher : Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/tea.v5i1.197

Abstract

Untuk penanganan permasalahaan rembesan di bawah tubuh bendungan harus digunakan material tanah yang senyawa dengan konstruksi bendungan terutama memilih tanah yang tingkat pori-porinya rendah dan punya tingkatan pemadatan tinggi dalam mencegah tidak terjadinya rembesan dibawah tubuh bendungan. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pengaruh kepadatan tanah terhadap rembesan air dibendungan urugan tanah (2) untuk mengetahui pengaruh kepadatan tanah terhadap pola aliran garis depresi pada tubuh bendungan.penelitian ini mengguakan konsep dasar permodelan dengan bantuan skala model adalah membentuk kembali masalah atau penomena yang ada diprototip dalam skala yang lebih kecil sehingga fenomena yang terjadi dimodel akan mirip dengan yang ada diprototip yang dimaksud adalah berupa bendungan urugan tanah yang sudah dipadat penelitian menunjukkan analisa debit rembesan pada masing-masing metode, metode depuit pada kepadatan 70,07%(0,1264 ml/jam), kepadatan 78,23% (0,0760 ml/jam) dan kepadatan 86,94% (0,0282 ml/jam). metode Schaffernak & van iterson pada kepadatan 70,07% (0,1052 ml/jam), kepadatan 78,23% (0,0617 ml/jam) dan kepadatan 86,94% (0,0230 ml/jam). dan metode L.Cassagrande pada kepadatan 70,07% (0,1030 ml/jam) kepadatan 78,23% (0,0604 ml/jam) dan kepadatan 86,94% (0,0225 ml/jam). sehingga dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi tingkat kepadatan pada tubuh bendungan, maka semakin kecil rembesan yang terjadi.hal ini disebabkan karena semakin padat timbunan tanah, maka semakin kecil rongga pori dari tanah tersebut sehingga menghambat atau memperlambat jalannya air dari tanah itu sendiri dan juga kuat geser tanah semakin besar.
STUDI PERMODELAN PENGENDALIAN BANJIR, BIOPORI DRAINASE PADA DAERAH PERKOTAAN Sudirman Sudirman
Journal Techno Entrepreneur Acta Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/tea.v5i2.236

Abstract

Model biofori drainase adalah metode konservasi dan teknologi yang digunakan untuk melihat kemampuan debit air atau kemapuan biopori tanah meresap dalam skala volume besar dalam waktu, meter/perdetik air sampai pada tampungan rongga rongga air dalam tanah, dimana air hujan setiap musimnya meninggalkan persoalan banjir terus menerus dalam wilayah perkotaan, seperti dapat kita lihat permukaan tanah, sudah dipenuhi betonisasi, keramik, sehingga sulit secara akal sehat air tak mampu masuk meresap kedalam lapisan tanah akibat biofori permukaan tanah sudah tertutup rapat. salah satu metode sistem pengendalian banjir diperkotaan biofori drainase adalah drainase resapan atau lubang resapan biopori. dalam penelitian ini digunakan pendekatan deskriptif secara prototif dilapangan terhadap suatu hasil penelitian yang berhubungan dengan biofori drainase pengendalian banjir perkotaan. dari beberapa hasil penelitian, hasil akhir menunjukkan bahwa biofori drainase resapan atau lubang resapan biopori terbukti mampu mengurangi debit banjir dalam skala besar yang terjadi khususnya di daerah perkotaan. Selain efektif sebagai pengendalian genangan banjir, drainase biopori resapan juga mampu meningkatkan ataupun menambah cadangan air tanah melalui proses infiltrasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa biopri drainase lubang resapan terbukti efektif mereduksi debit banjir sebesar 37,96 % dari total debit banjir di kawasan Perkotaan. hasil penelitian menunjukkan bahwa debit direct runoffper hari hujan maksimum hampir mendekati 140 juta liter air dari hujan, sehingga dengan kata lain diperlukan maksimum drainase lubang resapan biopori sebanyak kurang lebih 350.000 1/Km drainase lubang untuk peresapan air limpasan permukaan.