This study examines property market dynamics around Tebet Eco Park (TEP) following its revitalization, drawing on hedonic pricing theory, which argues that property values are influenced by locational characteristics and urban amenities such as public open spaces (Anderson & West, 2006). The study focuses on the relationship between property distance to the park and changes in land prices within the context of housing sector inflation in DKI Jakarta. A quantitative approach was applied using Pearson correlation analysis to measure the relationship between distance and land prices, supported by descriptive analysis comparing land price growth with housing inflation. Data were collected from property samples in Tebet Timur and Tebet Barat for two periods, 2018–2019 and 2024–2025. The results show a strong negative correlation between distance from Tebet Eco Park and land prices, with correlation coefficients of r = –0.7659 and r = –0.7313. However, land price growth in the study area reached only 7.69% during 2018–2025, remaining below the housing sector inflation rate of 15.24%. These findings indicate that while Tebet Eco Park functions as an urban amenity, its impact on property values remains moderate. Keywords: inflation; land price Correlation; Property Market; Revitalization; Tebet Eco Park Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pasar properti di sekitar Tebet Eco Park (TEP) pasca revitalisasi dengan merujuk pada teori hedonic pricing yang menyatakan bahwa nilai properti dipengaruhi oleh karakteristik lokasi dan keberadaan amenitas perkotaan seperti ruang publik (Anderson & West, 2006). Fokus penelitian adalah hubungan antara jarak properti terhadap taman dan perubahan nilai jual tanah dalam konteks inflasi sektor perumahan di DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui analisis korelasi Pearson untuk mengukur hubungan antara jarak dan harga tanah, serta analisis deskriptif untuk membandingkan kenaikan harga tanah dengan tingkat inflasi perumahan. Data diperoleh dari sampel properti di kawasan Tebet Timur dan Tebet Barat pada dua periode, yaitu 2018–2019 dan 2024–2025. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara jarak properti terhadap Tebet Eco Park dengan harga tanah, dengan nilai koefisien korelasi r = –0,7659 pada periode 2018–2019 dan r = –0,7313 pada periode 2024–2025. Namun, kenaikan harga tanah di kawasan studi hanya mencapai 7,69% selama periode 2018–2025, lebih rendah dibandingkan inflasi sektor perumahan DKI Jakarta sebesar 15,24%. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh Tebet Eco Park terhadap nilai pasar properti bersifat moderat dan belum menjadi faktor dominan dalam dinamika pasar properti perkotaan.