Literasi dan numerasi merupakan kompetensi esensial dalam pembelajaran matematika sekolah dasar yang berperan penting dalam membangun kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan siswa. Namun, praktik pembelajaran matematika masih sering didominasi oleh pendekatan prosedural dan simbolik sehingga menyulitkan siswa memahami permasalahan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan strategi matematika visual berbasis computational thinking dalam pembelajaran matematika serta mengidentifikasi hambatan yang muncul selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas VA SDN Wonokromo Surabaya yang berjumlah 27 siswa dengan variasi kemampuan numerasi. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, serta dokumentasi pembelajaran. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi matematika visual berbasis computational thinking membantu siswa memahami struktur masalah secara lebih konkret, meningkatkan keterlibatan siswa, serta mendukung proses literasi dan numerasi. Namun, penerapan strategi ini menghadapi hambatan berupa keterbatasan waktu pembelajaran, variasi kemampuan siswa, dan kesiapan guru dalam merancang aktivitas berbasis computational thinking. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai implementasi strategi matematika visual berbasis computational thinking dalam konteks pembelajaran nyata di sekolah dasar.