Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN KELUARGA DAN PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI TSM SMKN 2 TULUNGAGUNG Abelya Yusuf Habibi; Anggara Sukma Ardiyanta; Riza Dwi Ahmadi
Journal of Automotive Vocational Education (JAVED) Vol 2, No 1 (2025)
Publisher : Journal of Automotive Vocational Education (JAVED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/javed.v2i1.8374

Abstract

Abstrak Kualitas hasil belajar kognitif siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, di antaranya lingkungan keluarga dan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkungan keluarga dan penggunaan video pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor kelas XI TSM di SMKN 2 Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan jumlah sampel sebanyak 83 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi nilai raport, serta dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan program SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara lingkungan keluarga dengan hasil belajar kognitif siswa (r = 0,292; p = 0,007), serta antara penggunaan video pembelajaran dengan hasil belajar kognitif siswa (r = 0,254; p = 0,021). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa, dengan nilai Sig. F Change sebesar 0,004 dan nilai R sebesar 0,304. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga dan pemanfaatan media video pembelajaran secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa. Oleh karena itu, perlu peran aktif keluarga serta optimalisasi media pembelajaran berbasis video untuk mendukung keberhasilan akademik siswa SMK. Kata kunci: hasil belajar, lingkungan keluarga, SMK, TSM, video pembelajaran.
ANALISIS METODE PEMBELAJARAN REPETISI PADA MODEL PEMBELAJARAN (PjBL) TERHADAP HASIL KETERAMPILAN TEKNIK PEMESINAN BUBUT KELAS XII SMK ISLAM 1 BLITAR Fahim Royani; Riza Dwi Ahmadi
Journal of Automotive Vocational Education (JAVED) Vol 1, No 2 (2024)
Publisher : Journal of Automotive Vocational Education (JAVED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/javed.v1i2.7164

Abstract

Model pembelajarn project based learning memiliki tahapan dalam pembelajaran sedangkan metode pembelajaran repetisi lebih pada tahapan proses pengerjaan produk, dimana metode ini merupakan metode pembelajaran pengulangan dan implementasi dari teori behavioristik yang berfungsi sebagai penguatan keterampilan serta pengetahuan. Fenomena yang sering terjadi dalam pengajaran yaitu kurangnya maksimal dalam pembelajaran seperti siswa kurang memiliki motivasi, dan ketercapaian kompetensi yang belum maksimal sehingga sering terjadi pergantian metode pembelajaran agar tercapai tujuan yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah metode pembelajaran repetisi memiliki kelebihan yaitu dapat memacu siswa dalam hal belajar dan meningkatkan kompetensi keahlian serta dapat memetakan mindset siswa dalam pendekatan psikologi pendidikan sedangkan kekurangan metode ini adalah memunculkan rasa individualisme tinggi kepada sesama teman.
HUBUNGAN PENYESUAIAN DAN PENANGANAN PSIKOLOGIS DALAM KONTEKS KURIKULUM MERDEKA PADA GENERASI Z (STUDI PADA SISWA KELAS X TSM SMK NEGERI 1 REJOTANGAN) Aldi Bayu Saputra; Rico Andhika Putra; Riza Dwi Ahmadi
Journal of Automotive Vocational Education (JAVED) Vol 2, No 2 (2025)
Publisher : Journal of Automotive Vocational Education (JAVED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/javed.v2i2.9364

Abstract

ABSTRACT Aldi. 2025. The Relationship Between Adjustment and Psychological Coping in the Context of the Independent Curriculum Among Generation Z (A Study on 10th Grade TSM Students at SMK Negeri 1 Rejotangan). Undergraduate Thesis, Vocational Automotive Technology Education Study Program, Faculty of Science and Technology, Universitas Bhinneka PGRI. Advisor: Rico Andhika Putra, M.Pd. Keywords: Psychological Adjustment, Psychological Coping Strategies, Learning Effectiveness, Independent Curriculum, Generation Z. The transformation of the education system through the Independent Curriculum has had a significant impact on the learning patterns of vocational high school students, especially 10th graders who belong to Generation Z—known for being adaptive yet psychologically vulnerable. Challenges such as academic pressure, environmental adjustment, and the need for emotional management strategies have become crucial factors to consider. This study aims to determine the relationship between psychological adjustment and psychological coping strategies with the effectiveness of the Independent Curriculum learning among 10th grade TSM students at SMK Negeri 1 Rejotangan. This research employed a quantitative correlational method, with data collected through questionnaires. The respondents consisted of 85 students selected using simple random sampling. Data analysis was conducted using validity and reliability tests, classical assumption tests, and Pearson correlation with the assistance of SPSS software. The results showed that psychological adjustment had a very weak and insignificant relationship with learning effectiveness, with r = -0.031 and significance 0.776 ( 0.05). Psychological coping strategies also showed a very weak and insignificant relationship, with r = -0.062 and significance 0.573 ( 0.05). Simultaneously, both variables did not show a significant relationship with learning effectiveness. These findings indicate that although students’ psychological factors are important, they are not the main determinants of success in implementing the Independent Curriculum. External factors such as teachers’ approaches, learning environment, and teaching methods tend to have a more dominant influence on perceptions of learning effectiveness.