Penanaman nilai-nilai agama pada masa usia emas (Golden Age) menghadapi tantangan yang signifikan, seperti rendahnya kedisiplinan beribadah akibat metode pengajaran yang bersifat formalistik dan kaku. PAUD Darul Uchwah Bogor mengatasi persoalan ini dengan menerapkan strategi unik yang mengintegrasikan multisensori ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembiasaan shalat berjamaah serta menganalisis dampaknya terhadap pembentukan karakter disiplin dan mandiri pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pendidik, dan dokumentasi fasilitas pendukung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PAUD Darul Uchwah menerapkan strategi “Pembiasaan Multisensori” yang menggabungkan: (1) Praktik rutin setiap hari Jumat sebagai penguatan kinestetik; (2) Penggunaan kartu hafalan bacaan shalat sebagai stimulan visual dan alat kontrol kognitif; serta (3) Metode lagu “Rukun Shalat” untuk menurunkan filter afektif (hambatan emosional) anak. Meskipun menghadapi tantangan seperti rentang perhatian yang terbatas dan inkonsistensi lingkungan di rumah, strategi ini terbukti signifikan dalam membentuk karakter disiplin dan kemandirian anak. Integrasi media kreatif dan pembiasaan rutin berhasil mentransformasi ibadah menjadi aktivitas pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning) sekaligus memperkuat fondasi religiusitas anak sejak usia dini.