Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) idealnya berorientasi pada keaktifan siswa melalui pendekatan student centered learning, namun di SD Al Furqan Islamic School ditemukan fenomena sekitar 30% siswa masih pasif akibat dominasi metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya guru PAI dalam mengoptimalkan metode diskusi guna meningkatkan keaktifan belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi keaktifan belajar siswa sebelum diterapkannya metode diskusi masih tergolong rendah yang ditandai dengan sikap pasif dan kurangnya keberanian berpendapat , upaya guru PAI dalam meningkatkan keaktifan dilakukan dengan membagi siswa ke dalam kelompok kecil, memberikan kesempatan berpendapat, serta membimbing jalannya diskusi agar tetap terarah , faktor pendukung dalam penerapan metode ini meliputi kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran, antusiasme siswa, serta dukungan fasilitas dan lingkungan kelas yang kondusif , faktor penghambat yang ditemukan adalah adanya perbedaan kemampuan siswa, kurangnya rasa percaya diri sebagian siswa, serta keterbatasan waktu dalam pelaksanaan pembelajaran. Secara menyeluruh, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode diskusi oleh guru PAI memiliki peran strategis dalam meningkatkan partisipasi serta keberanian siswa sehingga perlu didukung dengan strategi pengelolaan kelas yang optimal agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal.