Fasilitas pembuangan air limbah rumah tangga masih menjadi tantangan dalam meningkatkan sanitasi lingkungan, terutama ketika air limbah domestik dibuang langsung ke halaman, selokan terbuka, atau badan air tanpa pengelolaan standar kesehatan yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai pengelolaan pembuangan air limbah rumah tangga di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode yang digunakan adalah desain pra-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok. Kegiatan ini melibatkan 62 responden yang terdiri dari pejabat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan rumah tangga. Intervensi dilakukan melalui pendidikan kesehatan, diskusi interaktif, dan evaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan peningkatan deskriptif pada pengetahuan masyarakat. Responden dalam kategori pengetahuan baik meningkat dari 67,7% pada pretest menjadi 87,1% pada posttest. Kategori pengetahuan sedang menurun dari 24,2% menjadi 9,7%, sedangkan kategori pengetahuan rendah menurun dari 8,1% menjadi 3,2%. Dari segi sikap, responden dengan sikap positif tetap sebesar 88,7% baik pada pra-uji maupun pasca-uji. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan pengelolaan air limbah rumah tangga meningkatkan pengetahuan masyarakat, meskipun tidak menunjukkan perubahan pada kategori sikap. Kegiatan ini perlu ditindaklanjuti dengan bantuan teknis, pemantauan fasilitas air limbah rumah tangga, dan pengembangan hasil konkret seperti model fasilitas pembuangan air limbah untuk memastikan bahwa peningkatan pengetahuan dapat diterjemahkan ke dalam praktik sanitasi berkelanjutan. Household wastewater disposal facilities remain a challenge in improving environmental sanitation, particularly when domestic wastewater is discharged directly into yards, open drains, or water bodies without proper health-standard management. This educational activity aimed to improve community knowledge and attitudes regarding household wastewater disposal management in Sakay Village, Totikum District, Banggai Kepulauan Regency. The method used was a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The activity involved 62 respondents consisting of village officials, community leaders, and household representatives. The intervention was conducted through health education, interactive discussion, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis through frequency distribution and percentages. The results showed a descriptive increase in community knowledge. Respondents in the good knowledge category increased from 67.7% in the pre-test to 87.1% in the post-test. The moderate knowledge category decreased from 24.2% to 9.7%, while the poor knowledge category decreased from 8.1% to 3.2%. In terms of attitude, respondents with positive attitudes remained at 88.7% in both the pre-test and post-test. These findings indicate that household wastewater management education improved community knowledge, although it did not show a change in attitude category. This activity should be followed up with technical assistance, monitoring of household wastewater facilities, and the development of concrete outputs such as a model wastewater disposal facility to ensure that improved knowledge can be translated into sustainable sanitation practices.