Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Masyarakat di Desa Sakay Tahun 2025: Community-Based Household Waste Management Education in Sakay Village in 2025 Alamsyah, Moh. Fajar; Dwicahya, Bambang; Syahrir, Muhammad
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.448

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan dalam upaya peningkatan kesehatan lingkungan masyarakat. Pengelolaan Sampah Tingkat Rumah Tangga dilaksanakan di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Kegiatan ini melibatkan 62 responden yang terdiri dari aparat desa, tokoh masyarakat, dan kelompok pengelola sampah. Metode yang digunakan adalah desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest, melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat kategori baik dari 29,0% pada pre-test menjadi 91,9% pada post-test. Sikap positif masyarakat juga meningkat dari 98,4% menjadi 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah tingkat rumah tangga. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. The problem of household waste remains a challenge in efforts to improve community environmental health. Household Waste Management was implemented in Sakay Village, Totikum District, Banggai Islands Regency with the aim of improving community knowledge and attitudes through a participatory approach. This activity involved 62 respondents consisting of village officials, community leaders, and waste management groups. The method used was a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach, through counseling, interactive discussions, and evaluation of knowledge and attitudes before and after the activity. The activity stages included preparation, implementation of counseling, interactive discussions, and evaluation. The results showed an increase in community knowledge in the good category from 29.0% in the pre-test to 91.9% in the post-test. The community's positive attitude also increased from 98.4% to 100%. These results indicate that community-based counseling is effective in increasing community literacy and awareness of household waste management. This program is expected to become a model for community empowerment in creating a clean, healthy, and sustainable environment.
Edukasi Pengelolaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Rumah Tangga untuk Meningkatkan Sanitasi Lingkungan di Desa Sakay Tahun 2025: Household Wastewater Management Education to Improve Environmental Sanitation in Sakay Village in 2025 Alamsyah, Moh. Fajar; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.450

Abstract

Fasilitas pembuangan air limbah rumah tangga masih menjadi tantangan dalam meningkatkan sanitasi lingkungan, terutama ketika air limbah domestik dibuang langsung ke halaman, selokan terbuka, atau badan air tanpa pengelolaan standar kesehatan yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai pengelolaan pembuangan air limbah rumah tangga di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode yang digunakan adalah desain pra-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok. Kegiatan ini melibatkan 62 responden yang terdiri dari pejabat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan rumah tangga. Intervensi dilakukan melalui pendidikan kesehatan, diskusi interaktif, dan evaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan peningkatan deskriptif pada pengetahuan masyarakat. Responden dalam kategori pengetahuan baik meningkat dari 67,7% pada pretest menjadi 87,1% pada posttest. Kategori pengetahuan sedang menurun dari 24,2% menjadi 9,7%, sedangkan kategori pengetahuan rendah menurun dari 8,1% menjadi 3,2%. Dari segi sikap, responden dengan sikap positif tetap sebesar 88,7% baik pada pra-uji maupun pasca-uji. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan pengelolaan air limbah rumah tangga meningkatkan pengetahuan masyarakat, meskipun tidak menunjukkan perubahan pada kategori sikap. Kegiatan ini perlu ditindaklanjuti dengan bantuan teknis, pemantauan fasilitas air limbah rumah tangga, dan pengembangan hasil konkret seperti model fasilitas pembuangan air limbah untuk memastikan bahwa peningkatan pengetahuan dapat diterjemahkan ke dalam praktik sanitasi berkelanjutan. Household wastewater disposal facilities remain a challenge in improving environmental sanitation, particularly when domestic wastewater is discharged directly into yards, open drains, or water bodies without proper health-standard management. This educational activity aimed to improve community knowledge and attitudes regarding household wastewater disposal management in Sakay Village, Totikum District, Banggai Kepulauan Regency. The method used was a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The activity involved 62 respondents consisting of village officials, community leaders, and household representatives. The intervention was conducted through health education, interactive discussion, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis through frequency distribution and percentages. The results showed a descriptive increase in community knowledge. Respondents in the good knowledge category increased from 67.7% in the pre-test to 87.1% in the post-test. The moderate knowledge category decreased from 24.2% to 9.7%, while the poor knowledge category decreased from 8.1% to 3.2%. In terms of attitude, respondents with positive attitudes remained at 88.7% in both the pre-test and post-test. These findings indicate that household wastewater management education improved community knowledge, although it did not show a change in attitude category. This activity should be followed up with technical assistance, monitoring of household wastewater facilities, and the development of concrete outputs such as a model wastewater disposal facility to ensure that improved knowledge can be translated into sustainable sanitation practices.