Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan mengurangi risiko beban pembiayaan kesehatan rumah tangga. Meskipun cakupan JKN terus meningkat, masih terdapat masyarakat yang belum memahami manfaat, prosedur pendaftaran, status keaktifan, hak dan kewajiban peserta, serta mekanisme pemanfaatan layanan kesehatan. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai pentingnya kepemilikan dan keaktifan JKN di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode yang digunakan adalah desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Kegiatan melibatkan 62 responden yang terdiri atas aparat desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan warga setempat. Intervensi dilakukan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara deskriptif. Responden dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 37,1% pada pre-test menjadi 95,2% pada post-test. Kategori cukup menurun dari 53,2% menjadi 4,8%, sedangkan kategori kurang menurun dari 9,7% menjadi 0%. Pada aspek sikap, responden dengan sikap positif meningkat dari 98,4% menjadi 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi JKN dapat meningkatkan pemahaman dan memperkuat sikap positif masyarakat terhadap kepesertaan JKN. Kegiatan lanjutan diperlukan melalui pendampingan pendaftaran, pengecekan status keaktifan peserta, dan kolaborasi dengan pemerintah desa serta fasilitas kesehatan agar peningkatan pengetahuan dapat berkembang menjadi kepesertaan JKN yang aktif dan berkelanjutan. National Health Insurance (JKN) membership is an important effort to improve community access to health services and reduce the risk of household health-related financial burdens. Although JKN coverage continues to increase, some community members still have limited understanding of its benefits, registration procedures, active membership status, participants’ rights and obligations, and mechanisms for accessing health services. This educational activity aimed to improve community knowledge and attitudes regarding the importance of JKN ownership and active membership in Sakay Village, Totikum District, Banggai Kepulauan Regency. The method used was a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. The activity involved 62 respondents consisting of village officials, community leaders, health cadres, and local residents. The intervention was conducted through socialization, interactive discussion, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. Data were analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. The results showed a descriptive increase in knowledge. Respondents with good knowledge increased from 37.1% in the pre-test to 95.2% in the post-test. The moderate knowledge category decreased from 53.2% to 4.8%, while the poor knowledge category decreased from 9.7% to 0%. In terms of attitude, respondents with positive attitudes increased from 98.4% to 100%. These findings indicate that JKN education can improve community understanding and strengthen positive attitudes toward JKN membership. Follow-up activities are needed through registration assistance, active membership status checks, and collaboration with village government and health facilities to ensure that improved knowledge leads to active and sustainable JKN participation.