Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Program Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat tentang Penyakit Tidak Menular di Desa Bolonan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan: Community Education and Empowerment Program on Non-Communicable Diseases in Bolonan Village, Totikum District, Banggai Islands Regency Claudia H., Miranda; Sattu, Marselina
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.475

Abstract

            Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya hipertensi dan diabetes melitus, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sering tidak terdeteksi sejak dini karena gejalanya dapat berkembang secara perlahan. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin menjadi salah satu hambatan dalam pencegahan dan pengendalian PTM di tingkat desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian PTM di Desa Bolonan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode yang digunakan adalah desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Kegiatan dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 dengan melibatkan 55 responden yang terdiri atas aparat desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan masyarakat umum. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara deskriptif. Responden dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 41,8% pada pre-test menjadi 74,5% pada post-test, kategori cukup menurun dari 34,5% menjadi 23,6%, dan kategori kurang menurun dari 23,6% menjadi 1,8%. Pada aspek sikap, responden dengan sikap positif meningkat dari 81,8% menjadi 96,4%, sedangkan sikap negatif menurun dari 18,2% menjadi 3,6%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi PTM dapat meningkatkan pemahaman dan memperkuat sikap positif masyarakat terhadap deteksi dini serta penerapan pola hidup sehat. Kegiatan lanjutan diperlukan melalui skrining berkala, pendampingan kader, dan penguatan program Posbindu agar peningkatan pengetahuan dan sikap dapat berkembang menjadi perilaku pencegahan PTM yang berkelanjutan. Non-communicable diseases (NCDs), particularly hypertension and diabetes mellitus, are public health problems that are often not detected early because their symptoms may develop gradually. Low community awareness of routine health checks remains a barrier to the prevention and control of NCDs at the village level. This community service activity aimed to improve community knowledge and attitudes regarding the prevention and control of NCDs in Bolonan Village, Totikum District, Banggai Kepulauan Regency. The method used was a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. The activity was conducted from January to February 2026 and involved 55 respondents consisting of village officials, community leaders, health cadres, and community members. The intervention was carried out through health education, interactive discussion, and simple blood pressure and blood glucose screening. Data were collected using pre-test and post-test questionnaires and analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. The results showed a descriptive increase in knowledge. Respondents with good knowledge increased from 41.8% in the pre-test to 74.5% in the post-test, while moderate knowledge decreased from 34.5% to 23.6%, and poor knowledge decreased from 23.6% to 1.8%. In terms of attitude, respondents with positive attitudes increased from 81.8% to 96.4%, while negative attitudes decreased from 18.2% to 3.6%. These findings indicate that NCD education can improve community understanding and strengthen positive attitudes toward early detection and healthy lifestyle practices. Follow-up activities are needed through regular screening, health cadre assistance, and strengthening of community-based NCD programs to ensure that improved knowledge and attitudes can be translated into sustainable preventive behaviors.