Fadhlurrahman, Muhammad Daffa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Sweet Seasoning di PT. Foodex Inti Ingredients dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) Fadhlurrahman, Muhammad Daffa; Kastaman, Roni; Syahmurman, Faisal
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.19

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan aspek fundamental dalam industri manufaktur untuk menjamin konsistensi mutu produk dan menjaga kepuasan pelanggan. Dalam konteks industri makanan, kualitas tidak hanya menyangkut aspek rasa dan tampilan, tetapi juga keamanan dan kesesuaian produk terhadap standar yang ditetapkan. PT. Foodex Inti Ingredients adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis seasoning dan ingredients, salah satunya adalah produk sweet seasoning powder. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan adanya permasalahan berupa tingginya tingkat produk cacat (defect) pada lini produksi tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis dan tingkat kecacatan yang terjadi pada produk sweet seasoning, menganalisis penyebab terjadinya defect, serta memberikan usulan perbaikan melalui pendekatan Statistical Quality Control (SQC). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan meliputi penggunaan peta kendali (control chart), diagram sebab-akibat (fishbone diagram), dan analisis pareto untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan faktor penyebab utama cacat produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecacatan terbesar terjadi pada aspek organoleptik sebesar 49,29%, disusul ketidakhomogenan sebesar 28,57%, serta kemasan bocor sebesar 22,14%. Pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan masih belum sepenuhnya berada dalam batas kendali secara statistik. Faktor penyebab utama meliputi kualitas bahan baku yang tidak konsisten, kesalahan manusia dalam proses produksi, metode kerja yang belum distandarisasi, serta mesin yang kurang optimal. Usulan perbaikan yang diajukan meliputi peningkatan sistem pengawasan, pelatihan tenaga kerja, evaluasi bahan baku, perbaikan metode operasional, dan pemeliharaan mesin secara rutin.