Sub-DAS Cikamiri merupakan bagian hulu dari DAS Cimanuk Hulu yang memiliki peran penting dalam pengendalian hidrologis dan konservasi lahan. Sehingga, penilaian kondisi hidrologi dan konservasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Parameter permeabilitas tanah merupakan komponen yang penting dalam pemodelan untuk menilai kondisi hidrologi. Parameter tersebut membutuhkan input variabilitas spasial yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tiga metode interpolasi spasial—Inverse Distance Weighting (IDW), Ordinary Kriging, dan Ordinary Co-Kriging—dalam pemodelan distribusi permeabilitas tanah di Sub-DAS Cikamiri. Sebanyak 95 titik sampel lapangan digunakan sebagai dasar training interpolasi dan validasi. Analisis interpolasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcMap10.8. Evaluasi akurasi model dilakukan dengan parameter Mean Square Error (MSE), Root Mean Square Error (RMSE), dan Normalized Root Mean Square Error (NRMSE). Hasil menunjukkan bahwa metode Co-Kriging menghasilkan prediksi paling akurat (RMSE = 24,42; MSE = 596,78; NRMSE = 1,05), disusul oleh Kriging (RMSE = 24,91; MSE = 620,65; NRMSE = 1,07) dan IDW (RMSE = 25.03; MSE = 626.80; NRMSE = 1.08). Performa Co-Kriging dikaitkan dengan kemampuannya mengatasi ketidakpastian spasial melalui proses simulasi dan pembelajaran parameter variogram secara otomatis. Oleh karena itu, dalam studi ini Co-Kriging merupakan metode terbaik untuk mengestimasi permeabilitas tanah secara spasial dalam konteks pengelolaan DAS. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan metode interpolasi yang tepat untuk meningkatkan akurasi input dalam pemodelan hidrologi