Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Petani Tentang Konservasi Tanah dan Air di Bayongbong, Garut Shantosa Yudha Siswanto; Marenda Ishak Sangjaya Sule; Ichsan Nurul Bari; Dani Lukman Hakim
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v5i2.2605

Abstract

Pemahaman petani yang rendah tentang konservasi tanah dan air akan membuat lahan pertanian rentan terhadap erosi yang pada akhirnya menurunkan produktivitas lahan pertanian. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman kepada para petani di daerah tersebut tentang pentingnya penerapan konservasi tanah dan air. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dengan pentingnya pemahaman konservasi tanah dan air bagi petani di Desa Karyajaya dan Panembong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Berdasarkan hasil data kuesioner yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa pada awalnya peserta penyuluhan memiliki pengetahuan yang minim tentang wawasan konservasi tanah dan air, khususnya dampak erosi dan metode yang bisa digunakan dalam menurunkan terjadinya erosi. Setelah dilakukan penyuluh­an, terlihat peningkatan wawasan serta keinginan petani untuk menjaga lingkungan pertanian agar terhindar dari dampak erosi.
Peningkatan Kapasitas dan Kemampuan Bisnis Online: Studi Kasus Makeupuccino Marenda Ishak Sonjaya Sule; Shantosa Yudha Siswanto
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v5i1.2627

Abstract

Makeupuccino merupakan salah satu bisnis online makeup yang saat ini berkembang pesat. Bisnis online seharusnya mampu meraih laba optimal dengan perkembangan teknologi, terlebih pada masa pandemi justru kurang optimal dirasakan. Hal ini yang menjadi evaluasi terhadap kemampuan dan kapasitas SDM yang ada. Kemampuan dan kapasitas yang dimaksud adalah pemanfaatan media sosial yang kurang optimal, kurang terkoordinasinya promosi dan ketersediaan barang, serta konsep dan perencanaan marketing masih terbatas. Berdasarkan analisis media sosial, seperti instagram insight, keyhole, dan sosial blade menunjukkan bahwa tingkat engagement dan follower Makeupuccino belum teroptimalkan dengan baik. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan dan pengembangan SDM dalam pengelolaan content atau materi, serta pendampingan SDM dalam pengelolaannya. Peningkatan dan pengelolaan dilakukan pada SDM agar media sosial yang dikelola Makeupuccino menjadi lebih terarah dan terkoordinasi. Hal ini dilakukan pada media sosial, baik Instagram dan youtube channel Makeupuccino. peningkatan hasil kegiatan pengabdian berpengaruh pada perbaikan kualitas SDM dan jumlah followers, like, subscribe, comment, serta engagement pada media sosial yang dikelola Makeupuccino.
Literasi Digital: Membangun Market Strategis Studi Kasus Kota Bandung Marenda Ishak Sonjaya Sule; Shantosa Yudha Siswanto
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v5i2.2965

Abstract

Pandemi Covid-19 berakibat pada rusaknya sendi ekonomi. Sektor pariwisata adalah salah satu yang terdampak besar, tak terkecuali wisata belanja di Bandung. Data sementara menunjukkan sektor pariwisata mengalami kerugi­an mencapai milliar dollar US dan menambah penganguran mencapai hingga 5,23 juta orang. Sektor riil merupakan harapan guna memperbaiki kondisi ekonomi. Salah satu sektor riil yang terdampak oleh pandemic adalah Makeupuccino. Makeupuccino merupakan sektor riil yang bergerak di usaha kosmetik dan kafe. Dampak pandemi terutama terjadi pada bisnis kafe yang akhirnya tidak dapat dilanjutkan usahanya. Di satu sisi terdapat pula sektor riil lain yang kehilangan omset, akan tetapi masih mampu bertahan. Mem­bangun market strategis adalah bagian dalam proses mengembangkan sektor riil tersebut. Pengembangan market strategis dapat diartikan dengan menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan. Tujuan pelaksanaan pengabdian adalah untuk membangun market strategis yang dapat saling menguntungkan diantara dua pihak yang bermitra. Proses pengabdian dilaksanakan melalui empat tahapan identifikasi mitra, identifikasi UMKM bimbingan dan pengarahan pada mitra dan UMKM, serta desain dan konsep kemitraan yang akan dilaksanakan. Hasil pengabdian kerjasama dapat di­laku­kan pada mitra Makeupuccino dengan UMKM yang bergerak pada sektor makanan sehingga saling melengkapi. Selain itu kemitraan dengan UMKM bunga dan makanan ringan, sebagai bentuk kemitraan yang dinilai mendukung upaya pengembangan terhadap mitra Makeupuccino.
Penanganan Lahan Kritis dengan Metode Konservasi Lahan di Citarum Hulu Marenda Ishak Sonjaya Sule; Shantosa Yudha Siswanto; Nadia Astriani
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202161.714

Abstract

LAND CRITICALY HANDLING USING CONSERVATION METHODS ON UPPER CITARUM. The annual loss of erosion in Java is Rp. 5.9 trillion (Kompas, 21 October 2020). This illustrates, we are so weak in the aspects of planning, development, and supervision. One of the problems experienced in the upper of Citarum river is the level of erosion reach 120 tons/ha/ year (Risdiyanto, 2009). According to Hardjowigeno (1986), the erosion limit that can be tolerated is generally around 20 tonnes /ha/year. Seeing this condition, the problem of erosion is an important thing for community assistance. Community service aims to conduct training, mentoring, and field trials to reduce the rate of erosion. This service is carried out to farmer groups at Cimenyan District. The result of this service activity is the formation of awareness for agricultural business actors. Second, the allocation of proceeds from efforts to prevent erosion and sedimentation. Third, erosion can be maximally reduced, characterized by existing demonstration plots.
Pengenalan Erosi untuk Petani di Desa Cibeureum dan Kampung Nyomplong, Bandung Shantosa Yudha Siswanto; Marenda Ishak Sonjaya Sule; Nadia N Kamaluddin; Ichsan Nurul Bari; Dani Lukman Hakim
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202162.777

Abstract

INTRODUCING EROSION FOR FARMERS IN CIBEUREUM VILLAGE AND NYOMPLONG HAMLET BANDUNG. The upper part of the watershed is generally prone to erosion, because it is generally located in the hilly area. Due to this fact, effort to educate farmers must be taken to enhance the understanding of the farmerson conservation. Farmers from two villages has been selected as the object (Cibeureum Village, Kertasari District, Regency of Pangalengan and Nyomplong, Rajamandalakulon Village, Cipatat District, Regency of Bandung). The final aim of this effort is increasing a positive behavior related to the implementation of conservation. The method used in this activity is community service about the negative impact of erosion on the sustainability of their land. Based on the results of the pretest and postest quistionaire, a significant increment of 34% has resulted regarding the understanding of the farmer on the definition, process and the impact of erosion.
Identifikasi Penggunaan Lahan dan Analisis Kesesuaian Pola Ruang menggunakan Citra Landsat 8 OLI Tahun 2020 : Studi Kasus: Sub-DAS Cikeruh, Citarik, dan Cirasea Dwiki Ramadhan Rahman; Apong Sandrawati; Shantosa Yudha Siswanto
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.24.2.79-86

Abstract

Cikeruh, Citarik, and Cirasea sub-watersheds are part of the Citarum watershed which has been included in the 15 priority watersheds for critical land restoration. One of the causes of land criticality is land uses that is not in accordance with land capabilities or spatial pattern directions. The purpose of this study was to identify the types of land use in Cikeruh, Citarik, and Cirasea Sub-watersheds in 2020 and to evaluate the suitability of land use based on the spatial pattern of the West Java Regional Spatial Plans period of 2009-2029. This research was conducted through a descriptive-quantitative analysis approach through interpretation of Landsat 8 OLI satellite imagery using supervised classification method and maximum likelihood algorithm. Suitability analysis was conducted using the overlay (union) method between the resulted land use data and the spatial pattern of the West Java Regional Spatial Plans. The results of the Landsat 8 OLI image interpretation identified 5 land uses with the highest area, showed: dry land agriculture, forest, built-up land, rice field, and bare land covered 35,696.60 ha (41.78%), 14,819.90 ha (17.34%), 12,959.50 ha (15.17 %), 9,112.95 ha (10.67%), 5,862.92 (6.86%) respectively. The accuracy level of the classification showed an overall accuracy value of 91.25% and a kappa index reached 0.90. Based on the results of the 2020 land use analysis of the Regional Spatial Plan, it showed that 40,997.18 Ha (47.98%) was suitable, 17,172.46 Ha (20.10%) was not suitable yet, and 2,276.99 Ha (31.92%) ) was not suitable.
Analisis Terrain Pada Lahan Berlereng Melalui Interpretasi Foto Udara Drone Solihin, Muhammad Amir; Siswanto, Shantosa Yudha; Kencana, Dika
Soilrens Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v21i2.53452

Abstract

Terrain analysis on land can be done through field activities or remote sensing. The development of aerial photography technology through drones can be used to identify land conditions, especially on narrow land, and requires large-scale maps. Terrain characterization can use a Digital Elevation Model (DEM) generated through aerial photography with drone vehicles. This study aimed to determine the research location's topographic characteristics, scale, and class of map geometry accuracy. The research location is in the Eastern Region of Padjadjaran Jatinangor University, Hegarmanah Village, Jatinangor District, part of the Cikeruh Sub Das. The method used is a descriptive survey method and quantitative data analysis. The results showed that the topographic characteristics of the study location had an elevation of 715 – 747 m above sea level and a flat slope class (0 – 3%) – steep (>60%), which was dominated by a steep slope class (26 – 40%) on 55 land units. The aerial photography used meets the standard of map accuracy class at a scale of 1:2,500 class 3
Pengaruh Kemiringan Lereng Terhadap Komposisi Fraksi Tanah Pada Berbagai Posisi Lereng Siswanto, Shantosa Yudha; Solihin, M. Amir
Soilrens Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v21i2.53448

Abstract

The research is carried out to see the impact of slope steepness differences with different slope positions on the composition of soil fractions in Cikeruh catchment. The fieldwork in this research is carried out based on physiographic appearance and is also known as the free physiographic survey method. Soil samples were taken at slopes 8-15%, 15-25%, and 25-40% with four replications. Thus, there were a total of 36 sample points. The result conclude that slope steepness gave a significant impact on soil fraction composition.
Penerapan Euclidean Distance untuk analisis driver variable Perubahan Penggunaan Lahan dari Jarak Jalan di Sub-DAS Cikapundung A. Leonardo, Patrick; Arifin, Mahfud; Siswanto, Shantosa Yudha
Soilrens Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v22i1.57248

Abstract

The Cikapundung Sub-watershed is part of the Upper Citarum Watershed, with its catchment area covering West Bandung Regency, Bandung City, and Bandung Regency. The increasing land use activities in the Cikapundung Sub-watershed have driven significant development activities in the upper areas of the subwatershed. One of the factors influencing this development is the road network, which affects the accessibility of an area, known as the driver variable. The creation of this driver variable requires GIS analysis using the Euclidean distance module, which calculates the distance from the roads. This calculation yields radial distances, ranging from the farthest to the nearest distances. It is known that local roads are the longest in the Cikapundung Sub-watershed, reaching 644.31 km. Based on the Euclidean distance calculation, the farthest distance from the road is 9504.22 meters, and the nearest is 0 meters. The map resulting from this calculation can be used to analyze the extent to which the distance from the road influences land use changes as a driver variable in the Cikapundung Sub-watershed.
Eksplorasi, Karakterisasi dan Seleksi In-Situ Pisang Sub-Group Plantain Berdasarkan Karakter Morpho-Agronomy di Kabupaten Bandung Barat, Sukabumi, dan Sumedang Indrajati, Septian; Rudianto, Safira Damayanti; Ismail, Ade; Damayanti, Farida; Siswanto, Shantosa Yudha; Wahyudin, Agus; Bakti, Citra
Zuriat Vol 35, No 2 (2024): September, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i2.58558

Abstract

Pisang merupakan sumber pangan yang tersedia sepanjang tahun karena mudah tumbuh dan memiliki berbagai manfaat, menjadikannya komoditas hortikultura yang berpotensi untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional. Salah satu langkah penting dalam program pemuliaan tanaman untuk menghasilkan kultivar unggul adalah melakukan karakterisasi tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai tingkat keragaman genetik dan kekerabatan pisang sub-grup plantain di tiga kabupaten di Jawa Barat, berdasarkan karakteristik morfologi dan agronomi. Lokasi penelitian meliputi Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Sukabumi, dan berlangsung dari bulan Juli hingga September 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan eksplorasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keragaman genetik pisang sub-grup plantain di tiga kabupaten tersebut relatif rendah, begitu juga dengan keragaman hayati agroekosistemnya. Secara keseluruhan, variasi yang diamati pada pisang sub-grup plantain di ketiga wilayah ini kurang bervariasi, dengan tingkat keragaman total sebesar 0.83, yang mengindikasikan variasi genetik yang terbatas di antara populasi pisang yang diteliti.