Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Politik Kemenangan Huruka Jora Calon Legislatif di Dapil II Kabupaten Sumba Barat : Penelitian Marselinus Ngura Nyayi; Yohanes F. Keon; Ananias R.P. Jacob; Frans W. Muskanan
Journal on Pustaka Cendekia Informatika Vol. 3 No. 2 (2025): Journal on Pustaka Cendekia Informatika: Volume 3 Nomor 2 June-September Tahun
Publisher : PT Pustaka Cendekia Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pctif.v3i2.111

Abstract

Pemilihan umum merupakan sarana utama dalam sistem demokrasi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih wakilnya di lembaga legislatif. Dalam proses tersebut, setiap calon legislatif membutuhkan strategi politik yang tepat untuk memperoleh dukungan masyarakat dan memenangkan kontestasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi politik yang digunakan oleh Huruka Jora dalam memenangkan pemilihan legislatif di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Sumba Barat pada Pemilu tahun 2024. Fenomena kemenangan Huruka Jora menjadi menarik untuk diteliti karena kandidat tersebut pernah terjerat kasus korupsi dana desa, namun tetap memperoleh dukungan masyarakat dan berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat. Penelitian ini Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari calon legislatif, tim sukses, dan masyarakat pemilih. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori strategi politik dari Peter Schroder yang membagi strategi politik menjadi strategi ofensif dan strategi defensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemenangan Huruka Jora dipengaruhi oleh penerapan strategi politik yang efektif melalui kombinasi strategi ofensif dan defensif. Strategi ofensif dilakukan dengan memperluas dukungan melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, sosialisasi politik, keterlibatan dalam kegiatan sosial dan adat, serta membangun komunikasi yang intensif dengan pemilih. Sementara itu, strategi defensif dilakukan dengan mempertahankan basis dukungan yang telah ada melalui penguatan jaringan keluarga, tokoh masyarakat, serta menjaga hubungan sosial yang baik dengan konstituen. Kombinasi kedua strategi tersebut mampu meningkatkan elektabilitas kandidat dan memperkuat legitimasi sosial di tengah masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks politik lokal di Sumba Barat, kedekatan sosial, hubungan kekerabatan, dan legitimasi budaya memiliki peran penting dalam menentukan pilihan politik masyarakat.
Politik Pangan di Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang: Studi Analisis Relasi Kuasa Negara dan Kelompok Tani Monika Helena Tapun; Yohanes F. Keon; Yeftha Y. Sabaat
Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 3 No. 2 (2026): Juni: Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/terang.v3i2.1764

Abstract

Food is the most basic human need and also everything derived from processed biological resources, which is intended as food and drink for humans. Food politics is a term that includes not only food policies and legislation, but also aspects of production, control, regulation, inspection, distribution, and consumption of commercially grown food. How is the Power Relationship between the State and Farmer Groups in Mata Air Village, Kupang Tengah District, Kupang Regency? Research Objective: To Analyze the Power Relationship between the State and Farmer Groups in Mata Air Village, Kupang Tengah District, Kupang Regency. This research is a field study that uses qualitative research methods with a descriptive approach. The conclusion from the results of this study is that the power relationship factor greatly influences the development of agriculture in Mata Air Village. The government has a role in regulating the distribution of subsidized fertilizers so that they are evenly distributed to each farmer group. On the other hand, the heads of farmer groups have an equally important role, namely distributing to each farmer and cultivator according to their needs, namely the ratio of the amount of fertilizer to the area of ​​rice fields cultivated. Timely distribution of fertilizers from third parties, as well as irrigation channels that are repaired through the government. Thus, when all roles are carried out well, agricultural productivity can increase, which will have a significant impact on farmers' welfare.