Kelelahan mata merupakan masalah kesehatan kerja yang umum dialami pekerja garmen. Usia, masa kerja, dan intensitas pencahayaan merupakan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kelelahan mata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, masa kerja, dan intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata pada pekerja bagian menjahit di CV. RKM Garment, Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 90 pekerja bagian menjahit, dengan 83 pekerja yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Visual Fatigue Index (VFI) dan pengukuran intensitas pencahayaan dengan lux meter. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan Continuity Correction (a= 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 83,1% penjahit mengalami kelelahan mata. Terdapat hubungan signifikan antara usia (nilai p = 0,036), masa kerja (nilai p = 0,017), dan intensitas pencahayaan (nilai p = 0,028) dengan kelelahan mata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia, masa kerja, dan intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata pada pekerja bagian menjahit di CV. RKM Garment, Karanganyar. Program pencegahan perlu mempertimbangkan ketiga faktor tersebut melalui perbaikan pencahayaan, pemeriksaan kesehatan berkala, dan edukasi metode 20-20-20.