Desa Cibereum merupakan sentra kopi rakyat yang menghasilkan limbah kulit kopi (coffee pulp) dalam jumlah signifikan dan belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah ini berpotensi menimbulkan dampak lingkungan sekaligus menyimpan peluang ekonomi melalui pendekatan ekonomi sirkular berbasis pemberdayaan perempuan. Program pengabdian dilaksanakan selama delapan bulan dari 2025 hingga pertengahan 2026, dengan melibatkan 15 ibu rumah tangga. Kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan melalui observasi dan Focus Group Discussion (FGD), pelatihan partisipatif, penyusunan dan implementasi Standard Operating Procedure (SOP) produksi cascara, serta pendampingan pemasaran digital. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan produksi dan pemasaran. SOP produksi yang terdiri atas sembilan tahapan, termasuk pra-penjemuran dan pengeringan terkontrol menggunakan food dehydrator (<12% kadar air), berhasil diterapkan oleh 10 anggota aktif. Kapasitas produksi mencapai 8–10 kg cascara kering per siklus lima hari. Literasi pengolahan limbah meningkat dari 5% menjadi 67,5%, sedangkan literasi pemasaran digital meningkat dari 5% menjadi 62,5%. Selain itu, terbentuk kelompok usaha perempuan dan akun bisnis media sosial aktif. Kebaruan program ini terletak pada integrasi SOP produksi cascara berbasis partisipatif, penguatan kelembagaan perempuan, dan pemasaran digital dalam satu kerangka ekonomi sirkular tingkat desa—sebuah model yang belum banyak dieksplorasi dalam konteks pemberdayaan perempuan pedesaan berbasis komoditas lokal. Integrasi standarisasi produksi, inovasi pemanfaatan limbah, dan digitalisasi pemasaran secara efektif memperkuat kapasitas ekonomi perempuan desa serta mendukung model ekonomi sirkular berbasis komoditas lokal yang berkelanjutan.