This Author published in this journals
All Journal Konservasi Hayati
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Struktur Komunitas Vegetasi dan Kearifan Lokal dalam Konservasi Mata Air Songgobumi, Boyolali, Jawa Tengah Saputra, Alanindra; Herawati Sutanto Putri, Natasha; Rizqy Amalia, Salsabila; Anggraheni, Utik; Agustina, Putri
Konservasi Hayati Vol 22 No 01 (2026): April
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v22i01.44381

Abstract

Krisis air bersih terjadi akibat mengeringnya mata air yang dipicu oleh kerusakan vegetasi di zona penyangga. Fenomena tersebut menuntut upaya konservasi berbasis ekologi dan sosial masyarakat. Penelitian bertujuan untuk (1) menganalisis struktur dan komposisi vegetasi di zona penyangga Mata Air Songgobumi Boyolali, (2) mengevaluasi partisipasi masyarakat dan kearifan lokal dalam menjaga keberlanjutan fungsi hidrologi Mata Air Songgobumi, dan (3) menyusun strategi konservasi berbasis vegetasi dan partisipasi masyarakat untuk menjaga kestabilan ketersediaan air di Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode stratified systematic sampling dengan intensitas 1% (34 plot pohon dan 68 plot LCC) pada area seluas 121,2 ha. Data dianalisis secara kuantitatif melalui Indeks Nilai Penting (INP), keanekaragaman Shannon-Wiener (H'), serta observasi partisipatif kearifan lokal. Strata pohon dianalisis menggunakan metode Point Center Quarter (PCQ) dan LCC menggunakan kuadrat plot. Data partisipasi masyarakat dikumpulkan dengan metode wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 30 spesies strata pohon (722 individu) dengan keanekaragaman sedang (H’=2,45) dan dominansi spesies invasif Acacia decurrens serta Cupressus sempervirens. Spesies asli Schima wallichii, Ficus fistulosa, dan Engelhardia spicata berpotensi dalam konservasi mata air. Spesies LCC terdiri atas 19 spesies (1.453 individu; H’=1,7, kategori sedang) dan didominasi oleh rerumputan Carex sylvatica, Pennisetum purpureum, serta Imperata cylindrica yang berperan menekan erosi dan meningkatkan infiltrasi. Masyarakat memiliki literasi ekologi yang tinggi dan berperan aktif dalam konservasi mata air melalui kegiatan sosial, budaya, dan kearifan lokal. Diperlukan strategi konservasi sosio-ekologis terintegrasi yang memadukan analisis ekologis, khususnya vegetasi, dan modal masyarakat untuk menjaga stabilitas debit dan kualitas air.