Penguatan Kelembagaan dapat dijadikan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kinerja kelompok tani sehingga diperlukan strategi penguatan kelembagaan kelompok tani dalam meningkatkan pendapatan petani di Gapoktan Desa Curahlele Kecamatan Balung Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor - faktor yang menjadi kekuatan pendorong dan penghambat dalam meningkatkan efektivitas kelembagaan petani di Desa Curahlele. Metode Penelitian yang digunakan adalah Field Force Analysis (FFA) untuk mengidentifikasi faktor - faktor yang menjadi kekuatan pendorong dan penghambat dalam meningkatkan efektivitas kelembagaan petani di Desa Curahlele. Data Primer diperoleh dari wawancara, pengisian kuisioner dan forum discusion grup (FGD), sedangkan data sekunder diperoleh dari kajian litelatur. Responden dari penelitian ini diambil secara Purposive Sampling berjumlah 32 orang. Hasil Penelitian menggunakan Field Force Analysis (FFA) menunjukkan bahwa faktor pendorong penguatan kelembaagan kelompok tani di Desa Curahlele adalah ketersediaan input seperti pupuk, benih, dan pestisida cukup terjamin dari instansi dengan skor nilai 1.17, sedangkan faktor penghambat penguatan kelembagaan kelompok tani di Desa Curahlele adalah keaktifan gapotan menurun sejak tidak adanya ketua yang memimpin dengan skor 1.06. saran dari penelitian ini adalah penguatan kelembagaan kelompok tani membutuhkan kerjasama yang baik dan pendampingan dengan para pelaku penguatan kelembagaan kelompok tani utamanya dari Gapoktan, Pemerintah Desa, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan serta dengan Petugas Penyulu Pertanian setempat.