Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola konsumsi masyarakat dari konvensional ke platform digital, khususnya pada aplikasi Shopee. Di wilayah Kabupaten Malinau, fenomena pembelian tidak terencana semakin meningkat seiring dengan tingginya intensitas penggunaan media sosial. Namun, faktor-faktor psikologis dan gaya hidup yang memicu perilaku impulsif ini dalam konteks lokal masih memerlukan kajian lebih mendalam agar strategi pemasaran digital dapat dioptimalkan secara efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh hedonic shopping dan shopping lifestyle terhadap impulse buying pada pengguna Shopee di Kabupaten Malinau. Selain itu, studi ini bertujuan untuk menguji peran media sosial sebagai variabel moderasi yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara motivasi belanja dengan perilaku pembelian spontan tersebut, guna memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika belanja daring di wilayah tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 200 responden yang berdomisili di Kabupaten Malinau. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria pengguna aktif Shopee dan media sosial. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hipotesis serta pengaruh moderasi antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hedonic shopping dan shopping lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying. Media sosial terbukti menjadi faktor pendorong yang memperkuat motivasi belanja menjadi tindakan pembelian. Originalitas penelitian ini terletak pada pengujian model perilaku konsumen di wilayah Kabupaten Malinau yang memiliki karakteristik geografis unik, memberikan kontribusi bagi pengembangan teori perilaku konsumen digital serta strategi praktis bagi pelaku UMKM lokal.