Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Arsitektur Ramah Lingkungan pada Perancangan Rumah Sakit Khusus Bedah di Medan Sihombing, Perwira; Nasution, Meyga Fitri Handayani
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1495

Abstract

Peningkatan kebutuhan rumah sakit khusus bedah menuntut perancangan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga berkelanjutan. Bangunan rumah sakit memiliki konsumsi energi dan air tinggi serta menghasilkan limbah medis, sementara penelitian sebelumnya masih terbatas dalam mengintegrasikan arsitektur ramah lingkungan dengan pendekatan tropis, khususnya pada konteks Kota Medan. Penelitian ini bertujuan merancang rumah sakit khusus bedah berbasis arsitektur ramah lingkungan yang responsif terhadap iklim tropis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur, preseden, dan analisis tapak. Hasil menunjukkan bahwa strategi desain pasif seperti orientasi, ventilasi alami, pencahayaan alami, dan shading mampu meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal, didukung oleh pengelolaan air dan material ramah lingkungan. Kesimpulan menunjukkan bahwa integrasi arsitektur ramah lingkungan dan desain tropis menghasilkan desain yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan, serta berpotensi menjadi referensi pengembangan fasilitas kesehatan di masa mendatang.     The increasing demand for specialized surgical hospitals requires designs that are not only functional but also sustainable. Hospital buildings are characterized by high energy and water consumption as well as the generation of medical waste, while previous studies remain limited in integrating green architecture with tropical design approaches, particularly in the context of Medan. This study aims to design a surgical specialty hospital based on environmentally friendly architectural principles that respond to tropical climatic conditions. The method employed is a qualitative descriptive approach through literature review, precedent studies, and site analysis. The results indicate that passive design strategies, including building orientation, natural ventilation, daylighting, and shading, can enhance energy efficiency and thermal comfort, supported by water management systems and the use of environmentally friendly materials. The study concludes that the integration of green architecture and tropical design produces a design that is efficient, adaptive, and sustainable, and has the potential to serve as a reference for future healthcare facility development.
Perancangan Rumah Sakit Khusus Ginjal di Medan: Pendekatan Desain Pasif dan Aktif untuk Optimalisasi Kinerja Lingkungan dan Kualitas Penyembuhan Gea, Andy Febrianto; Nasution, Meyga Fitri Handayani
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1505

Abstract

Peningkatan prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia, khususnya di Kota Medan, menuntut penyediaan fasilitas kesehatan yang tidak hanya memadai secara kapasitas, tetapi juga responsif terhadap kondisi lingkungan. Desain rumah sakit yang masih generik dan kurang adaptif terhadap iklim tropis lembap menyebabkan tingginya konsumsi energi serta kualitas ruang yang belum optimal bagi proses penyembuhan. Kesenjangan penelitian terletak pada belum terintegrasinya pendekatan arsitektur responsif iklim dengan kebutuhan spesifik rumah sakit ginjal yang kompleks. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan rumah sakit ginjal berbasis arsitektur responsif iklim melalui integrasi strategi pasif dan aktif, dengan target penurunan beban energi sebesar 20–30 persen melalui optimasi orientasi, ventilasi alami, dan elemen peneduh. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan design-based research, meliputi studi literatur, preseden, analisis tapak, dan sintesis desain. Hasil menunjukkan bahwa strategi pasif efektif menurunkan beban panas dan meningkatkan kenyamanan termal, sementara strategi aktif seperti HVAC dan energi terbarukan mendukung standar medis. Integrasi keduanya meningkatkan efisiensi energi, kualitas udara dalam ruang, serta mendukung terciptanya healing environment. Pendekatan bioklimatik kontekstual terbukti berpotensi meningkatkan kualitas desain rumah sakit secara berkelanjutan.   The increasing prevalence of chronic kidney disease in Indonesia, particularly in urban areas such as Medan, highlights the urgent need for healthcare facilities that are not only adequate in capacity but also environmentally responsive. Existing hospital designs remain largely generic and insufficiently adapted to humid tropical climates, resulting in high energy consumption and suboptimal spatial quality for healing. The research gap lies in the lack of integration between climate-responsive architectural approaches and the specific operational and environmental requirements of kidney hospitals. This study aims to formulate a climate-responsive architectural design concept for a kidney hospital through the integration of passive and active strategies, targeting a 20–30 percent reduction in building energy load by optimizing orientation, natural ventilation, and shading elements. The method employed is qualitative-descriptive with a design-based research approach, including literature review, precedent studies, site analysis, and design synthesis. The findings indicate that passive strategies effectively reduce heat gain and improve thermal comfort, while active systems such as HVAC and renewable energy support medical standards. Their integration enhances energy efficiency, indoor air quality, and contributes to the creation of a healing environment. A contextually grounded bioclimatic approach demonstrates significant potential to improve hospital design quality sustainably.