Elya Wibawa Syariefoeddin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL BOI-BOIAN DAN BENTENGAN TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER SISWA KELAS X SMKN 1 GERUNG Bela Riska Putri Asir; Elya Wibawa Syariefoeddin; Sri Erny Muliyani
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6426

Abstract

This study examined the effects of the traditional games boi-boian and bentengan on 100-meter sprint performance among tenth-grade male students of SMKN 1 Gerung. The study employed a quantitative quasi-experimental approach with a two-group pretest-posttest design. The population consisted of 18 students, all of whom were involved as research subjects and randomly assigned into the boi-boian group (n = 9) and the bentengan group (n = 9). The intervention was implemented for 18 sessions over six weeks. The instrument was a 100-meter sprint test, and the best time from three trials was recorded at pretest and posttest. Data were analyzed descriptively, followed by paired-sample t-tests and an independent-sample t-test on gain scores at a significance level of 0.05. The results showed that boi-boian significantly reduced sprint time from 13.81 ± 0.46 s to 12.87 ± 0.55 s (t = 12.24; p < 0.001), with an improvement of 6.82%. Bentengan also significantly reduced sprint time from 13.93 ± 0.61 s to 13.32 ± 0.60 s (t = 11.68; p < 0.001), with an improvement of 4.39%. The comparison of gain scores indicated that boi-boian produced a significantly greater improvement than bentengan (t = 3.56; p = 0.003). These findings indicate that both traditional games can be used to enhance sprint performance, although boi-boian provided the larger effect in this study. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan tradisional boi-boian dan bentengan terhadap kinerja lari 100 meter pada siswa putra kelas X SMKN 1 Gerung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain two-group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 18 siswa dan seluruhnya dijadikan subjek penelitian, kemudian dibagi secara acak ke dalam kelompok boi-boian (n = 9) dan kelompok bentengan (n = 9). Perlakuan diberikan selama 18 sesi dalam enam minggu. Instrumen penelitian berupa tes lari 100 meter dengan tiga kali percobaan dan waktu terbaik sebagai skor. Analisis data dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan uji t berpasangan pada masing-masing kelompok dan uji t independen terhadap skor peningkatan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan boi-boian menurunkan waktu tempuh lari secara signifikan dari 13,81 ± 0,46 detik menjadi 12,87 ± 0,55 detik (t = 12,24; p < 0,001) dengan peningkatan 6,82%. Permainan bentengan juga menurunkan waktu tempuh secara signifikan dari 13,93 ± 0,61 detik menjadi 13,32 ± 0,60 detik (t = 11,68; p < 0,001) dengan peningkatan 4,39%. Perbandingan skor peningkatan menunjukkan bahwa boi-boian memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan bentengan (t = 3,56; p = 0,003). Temuan ini menegaskan bahwa kedua permainan tradisional layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran PJOK untuk meningkatkan kecepatan lari sprint, namun boi-boian menunjukkan efek yang lebih kuat pada penelitian ini.