Rosita Nainggolan
Prodi Ilmu Hukum FH USI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANAN GURU BIMBINGAN DAN PENYULUHAN DALAM MENGANTISIPASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DIKALANGAN PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 SILIMAKUTA KABUPATEN SIMALUNGUN Rosita Nainggolan; Humala Sitinjak; Sariaman Gultom; Rointan Manurung
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/npnybs15

Abstract

Penelitian ini untuk memahami berbagai upaya pemecahan masalah penyalahgunaan narkoba serta upaya untuk mengantisipasinya di kalangan peserta didik SMA. Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi peserta didik, guru, pengelola sekolah dan penulis sendiri. Masalah penyalahgunaan, peredaran dan pemakaian narkoba adalah masalah yang telah melanda seluruh lapisan masyarakat. Sehingga masalah tersebut sudah menjadi masalah dunia. Golongan usia sangat rentan terhadap masalah ini adalah kelompok kusia remaja dan peserta didik SMA. Golongan usia ini masih mudah terpengaruh terhadap lingkungan sosial dan teman sepermainan dan faktor lainya yang berkaitan dengan penyimpangan perilaku. Sehingga perlu disadari dan ditempuh berbagai upaya peventif untuk mengantisipasi mereka terlibat pada penyalahgunaan narkoba. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif dan Kualitatif. Melalui penggunaan metode dan pendekatan mendalam didalam penelitian ini dapat diketahui bahwa peranan guru bimbingan dan penyuluhan dalam mengantisipasi penyalahgunaan narkoba dikalangan peserta didik SMA Negeri 1 Silimakuta sangat signifikan yang dikombinasikan dengan pembinaan yang dilaksanakan orang tua di rumah dan bimbingan iman yang dilaksanakan oleh rohaniawan di tengah- tengah masyarakat
PENGARUH PERKAWINAN USIA MUDA TERHADAP PENDIDIKAN KELUARGA DI NAGORI BAH SULUN BANDAR MASILAM I KECAMATAN BANDAR MASILAM KABUPATEN SIMALUNGUN Sariaman Gultom; Humala Sitinjak; Rosita Nainggolan; Maria Ulfa
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/g7r15916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana akibat yang ditimbulkan dalam melaksanakan perkawinan dalam usia yang masih muda. Perkawinan usia muda dapat menimbulkan berbagai akibat yang kurang menguntungkan baik suami/istri itu sendiri maupun bagi pertumbuhan generasi muda dan bisa jadi dapat menggagalkan tercapainya tujuan perkawinan yakni membentuk keluarga bahagia dan sejahtera. Dalam undang undang Perkawinan bahwa setiap calon suami/istri yang memasuki jenjang perkawinan harus telah matang jiwa raganya yang perlu diketahui, dipahami dan dilaksanakan oleh setiap anggota masyarakat. Salah satu penyebab tingginya pertumbuhan penduduk di Indonesia adalah karena tingginya kelahiran yang disebabkan antara lain karena masih seringnya terjadi perkawinan usia muda dan dibawah umur. Hal ini bisa dimengerti karena wanita yang melahirkan pada usia muda akan mempunyai masa subur yang lebih panjang dari usia perkawinannya.Sebagian besar para muda-mudi belum mengetahui batas usia yang ideal untuk dapat melangsungkan perkawinan serta akibat yang ditimbulkan. Pengaruh perkawinan dibawah umur terhadap pendidikan keluarga di Nagori Bah Sulun Bandar Masilam I adalah pendidikan adalah salah satu usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing dan mengembangkan kepribadian dasar anak baik dalam pendidikan formal dan nonformal. Dimana tujuan pendidikan itu untuk membentuk manusia yang cakap baik jasmani dan rohani baik jiwa maupun pikiran agar mempunyai kematangan didalam menghadapi kehidupan didunia dan di akhirat. Tempat pertama dari pendidikan itu adalah rumah tangga bila rumah tangga rusak maka akan rusak jugalah pendidikan anak-anak mereka. Perkawinan dibawah umur itu sangat besar sekali pengaruhnya terhadap diri pihak yang bersangkutan itu sendiri maupun terhadap anak karena pada usia muda ini belumlah dapat dipertanggung jawabkan untuk dapat menjaga diri sendiri serta kesehatannya, maupun menjaga anak-anak mereka karena ini adalah tugas yang berat sedang mereka masih alam masa pertumbuhan untuk mencapai dewasa