Malaria merupakan penyakit menular endemik di banyak daerah tropis di dunia, disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium, biasanya ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi. Menurut laporan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Kabupaten Alor menduduki peringkat ke-3.Menurut laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor Puskesmas Mebung menduduki peringkat pertama kasus malaria tertinggi dengan Desa Alimmebung yang menduduki peringkat pertama untuk desa yang memiliki kasus malaria tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko terhadap kejadian malaria di Desa Alimmebung Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor serta membuat pemetaanya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor risiko dan pemetaan kejadian malaria di Desa Alimmebung. Metode penelitian adalah penelitian observasional desain kasus kontrol dengan metode pengambilan sampel adalah total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Agustur-September 2017. Jumlah sampel 200 responden terdiri dari 100 kasus dan 100 kontrol pada wilayah kerja Puskesmas Mebung. Faktor risiko diidentifikasi menggunakan kuesioner dan observasi dan menghitung nilai OR. Nilai signifikan p < 0,05. Pemetaan menggunakan GPS dan di analisis menggunakan analisis spasial Satscan dengan nilai signifikan p < 0.1 untuk kluster primer dan nilai signifikan p ≥ 0.1 untuk kluster sekunder. Hasil yang di dapatkan yaitu 1 kluster primer (p=0,075) dan 1 kluster sekunder (p=0.510) dengan variable kluster yang terdiri dari 2 faktor yaitu kedekatan tanggal sakit dan kedekatan posisi koordinat. Kesimpulan Variabel yang memiliki hubungan dengan kejadian malaria pada wilayah kerja Puskesmas Mebung yaitu kebiasaan berada di luar rumah pada malam hari (p=0,004), kebiasaan menggunakan obat nyamuk (p=0,003), adanya genangan air (p=0,000), dan adanya lubang pada dinding (p=0,000).