Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Resistansi Terhadap Nilai Kenaikan Suhu pada PHB-TR Tipe PL2-400-2- LBS dengan Menggunakan Metode Regresi Linier Gumilar, Ade; Nur, Tajuddin; Wijayanto, Puput Tri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64284

Abstract

Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB-TR) merupakan komponen utama dalam sistem jaring tegangan rendah PLN yang berfungsi menyalurkan energi listrik ke sisi pelanggan. Mengacu pada peran strategis PHB-TR dalam sistem distribusi, diperlukan pengujian laboratorium yang komprehensif untuk menjamin keandalan dan keamanan operasional. Pengujian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai resistansi terhadap kenaikan suhu pada PHB-TR tipe PL2-400-2-LBS, mengingat sering terjadi hotspot terutama pada komponen fuse rail dan kabel uji. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai resistansi pada beberapa varian dimensi busbar, dummy fuse dan kabel uji, serta dilanjutkan dengan mengukur kenaikan suhu pada masing-masing konfigurasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan nilai resistansi pada komponen menyebabkan kenaikan suhu yang signifikan. Sebaliknya, penurunan resistansi dapat meningkatkan nilai ampacity, mengurangi arus lebih, dan menurunkan suhu operasional. Analisis regresi linier diterapkan untuk memodelkan hubungan antara resistansi dan kenaikan suhu secara kuantitatif. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan dan pemasangan komponen dengan resistansi rendah untuk mencegah hotspot dan meningkatkan efisiensi distribusi listrik.
ANALISIS TEKNO-EKONOMI PENGGUNAAN FUSE RAIL SIZE 2 PADA PHB-TR SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN RUGI-RUGI ENERGI DISTRIBUSI Wijayanto, Puput Tri; Barus, Dhany Harmeidy; Gumilar, Ade
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 28, No 2 April (2026): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (Terbitan Akan Datang)
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transmisi.28.2.%p

Abstract

Rugi-rugi energi distribusi terdiri dari rugi-rugi teknis dan non-teknis. Upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan rugi-rugi teknis adalah rekonduktoring, rekonfigurasi jaringan dan penggunaan transformator dengan inti amorphous. Selain mengoptimalkan upaya yang telah ada tersebut, penggunaan fuse rail size 2 pada PHB-TR dirasa akan menjadi salah satu solusi alternatif. Analisis tekno-ekonomi dilakukan untuk membuktikan penggunaan fuse rail size 2 layak diaplikasikan dibanding tetap menggunakan fuse rail size 1. Analisis teknis dilakukan dengan melakukan pengujian tahanan kontak, disipasi daya dan kenaikan suhu. Sedangkan analisis ekonomi dilakukan dengan menghitung kapitalisasi biaya menggunakan metode total cost of ownership dan perhitungan parameter kelayakan investasi NPV, IRR, DPBP dan B/C. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa penggunaan fuse rail size 2 akan menurunkan nilai tahanan kontak, disipasi daya dan kenaikan suhu. Dalam satu tahun, terjadi potensiĀ  penurunan nilai rugi-rugi energi sebesar 4.024,5 MWh, emisi karbonĀ  sebesar 3.223,6 ton CO2e dan biaya produksi energi listrik sebesar Rp6.435.104.913. Sedangkan dari hasil analisis ekonomi diketahui bahwa penggunaan PHB-TR dengan fuse rail size 2 layak diaplikasikan ketika beban tinggi. Ketika dibebani 100% perpotongan nilai TCO terjadi pada tahun ke-6, NPV bernilai Rp42.728.157.459, IRR 21%, DPBP 5,93 tahun dan B/C 2,24. Namun ketika beban PHB-TR sebesar 60% atau kurang maka secara ekonomi penggunaan fuse rail size 2 pada PHB-TR tidak layak dilakukan. Dengan melakukan pengoptimalan pembebanan pada PHB-TR, penggunaan fuse rail size 2 akan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan rugi-rugi energi distribusi.