Rugi-rugi energi distribusi terdiri dari rugi-rugi teknis dan non-teknis. Upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan rugi-rugi teknis adalah rekonduktoring, rekonfigurasi jaringan dan penggunaan transformator dengan inti amorphous. Selain mengoptimalkan upaya yang telah ada tersebut, penggunaan fuse rail size 2 pada PHB-TR dirasa akan menjadi salah satu solusi alternatif. Analisis tekno-ekonomi dilakukan untuk membuktikan penggunaan fuse rail size 2 layak diaplikasikan dibanding tetap menggunakan fuse rail size 1. Analisis teknis dilakukan dengan melakukan pengujian tahanan kontak, disipasi daya dan kenaikan suhu. Sedangkan analisis ekonomi dilakukan dengan menghitung kapitalisasi biaya menggunakan metode total cost of ownership dan perhitungan parameter kelayakan investasi NPV, IRR, DPBP dan B/C. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa penggunaan fuse rail size 2 akan menurunkan nilai tahanan kontak, disipasi daya dan kenaikan suhu. Dalam satu tahun, terjadi potensiĀ penurunan nilai rugi-rugi energi sebesar 4.024,5 MWh, emisi karbonĀ sebesar 3.223,6 ton CO2e dan biaya produksi energi listrik sebesar Rp6.435.104.913. Sedangkan dari hasil analisis ekonomi diketahui bahwa penggunaan PHB-TR dengan fuse rail size 2 layak diaplikasikan ketika beban tinggi. Ketika dibebani 100% perpotongan nilai TCO terjadi pada tahun ke-6, NPV bernilai Rp42.728.157.459, IRR 21%, DPBP 5,93 tahun dan B/C 2,24. Namun ketika beban PHB-TR sebesar 60% atau kurang maka secara ekonomi penggunaan fuse rail size 2 pada PHB-TR tidak layak dilakukan. Dengan melakukan pengoptimalan pembebanan pada PHB-TR, penggunaan fuse rail size 2 akan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan rugi-rugi energi distribusi.