Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kinerja Puskesmas Poleang dalam Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Phbs) di Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana Azizah, Sazki; Azis R, La Ode Asrun; Zahari, Ahmad Farouq Mulku
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Puskesmas Poleang Dalam Pelaksanaan Program perilaku Hidup Bersih dan Sehat menggunakan teori kinerja organisasi menurut Dwiyanto dalam Nugraha (2020), yang mencakup Produktivitas, Kualitas layanan, Responsivitas, Responsibilitas dan Akuntabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, terdiri dari tenaga Kesehatan puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja puskesmas poleang dalam pelaksanaan program PHBS tergolong cukup baik, namun belum optimal. Dari aspek produktivitas, puskesmas telah melaksanakan penyuluhan, pemantauan jamban, pendampingan rumah tangga sehat, serta kegiatan lintas sektor secara rutin, tetapi masih terkendala rendahnya partisipasi masyarakat dan lambatnya perubahan perilaku kesehatan. Dari aspek kualitas layanan, edukasi kesehatan berjalan melalui media informasi dan posyandu, namun respon dan pemahaman masyarakat masih rendah akibat metode penyampaian yang kurang sesuai dan keterbatasan sarana seperti jamban sehat. Dari aspek responsivitas, puskesmas telah menanggapi kebutuhan masyarakat, meski dukungan sumber daya belum merata. Pada aspek responsibilitas, pelaksanaan program telah mengikuti pedoman dan prosedur, tetapi tingkat partisipasi masih menjadi hambatan. Dari aspek akuntabilitas, puskesmas telah mempertanggungjawabkan kegiatan melalui pelaporan rutin dan koordinasi lintas sektor, tetapi transparansi terkait evaluasi program masih perlu ditingkatkan.