Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Ketidaksetaraan Gender dalam Pembagian Peran keluarga Salsabilla, Adelia Raya Ainurizka; Afrizal , Stevany
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk ketidaksetaraan gender dalam pembagian peran keluarga pada tiga keluarga di Kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi terhadap tiga informan keluarga yang diberi kode Informan G, Informan K, dan Informan L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian peran domestik dan publik masih sangat dipengaruhi oleh budaya patriarki, kebiasaan turun-temurun, dan konstruksi sosial yang menempatkan perempuan sebagai penanggung jawab utama pekerjaan rumah tangga. Seluruh informan memperlihatkan pola bahwa istri mengerjakan seluruh tugas domestik, sementara suami berfokus pada peran public sebagai pencari nafkah. Ketidaksetaraan ini berdampak pada beban ganda bagi perempuan, memicu kelelahan emosional dan fisik, serta berpotensi menimbulkan konflik rumah tangga. Selain itu, pola tersebut diwariskan kepada anak-anak, sehingga norma ketidaksetaraan gender terus direproduksi antargenerasi. Temuan penelitian ini menguatkan teori konstruksi sosial, teori peran sosial, dan teori patriarki yang menjelaskan bagaimana peran gender dibentuk, dipertahankan, dan dijalankan dalam kehidupan keluarga.
Konstruksi Sosial Mahasiswi Pendidikan Sosiologi Angkatan 2023 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam Memaknai Representasi Kecantikan di Aplikasi Tiktok Hamzah, Sunita; Afrizal , Stevany
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7924

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kuatnya pengaruh media sosial, khususnya TikTok, dalam membentuk representasi kecantikan yang sering kali bersifat bias dan mereproduksi standar kecantikan patriarkal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Mahasiswi Pendidikan Sosiologi Angkatan 2023 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengonstruksi pemaknaan terhadap representasi kecantikan tersebut melalui perspektif sosiologi gender. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan lima informan yang merupakan pengguna aktif TikTok dan sering berinteraksi dengan konten kecantikan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan informan terbentuk melalui tiga tahap dialektis, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Pada tahap eksternalisasi, informan terpapar berbagai konten kecantikan yang menampilkan standar ideal tertentu. Pada tahap objektivasi, standar tersebut dipersepsikan sebagai sesuatu yang umum dan wajar dalam masyarakat. Sementara itu, pada tahap internalisasi, informan mulai merefleksikan dan menafsirkan makna kecantikan berdasarkan pengalaman dan nilai pribadi. Informan menyadari bahwa standar kecantikan dominan seperti kulit cerah, wajah glowing, dan tubuh ideal merupakan hasil konstruksi sosial yang diperkuat oleh algoritma media sosial dan industri kecantikan. Meskipun terdapat tekanan sosial untuk mengikuti standar tersebut, informan menunjukkan adanya kesadaran kritis dalam menyikapi representasi kecantikan di TikTok. Mereka mampu menegosiasikan makna kecantikan secara lebih fleksibel, tidak sepenuhnya terikat pada standar dominan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa TikTok berperan sebagai agen sosialisasi digital yang kuat, namun konstruksi makna tetap dipengaruhi oleh kemampuan reflektif individu. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi media dan pendidikan kritis gender bagi mahasiswa.