Qurniawan, Alvin Putra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN MAHASISWA MEREDUKSI STIGMA NEGATIF REYOG PONOROGO MELALUI PENDEKATAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL Siswanto, Galih; Qurniawan, Alvin Putra; Elsya.R, Kharisma Delsy; Suyato, Suyato
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6450

Abstract

Reyog Ponorogo merupakan sebuah kesenian non benda yang berasal dari kota Ponorogo yang tumbuh dari kepercayaan animisme dan dinamisme jaman dulu. Keragaman jenis Reyog yang bervariasi menimbulkan perbedaan dari segi pertunjukannya yang membuat berbagai pemikiran negatif muncul di kalangan masyarakat. Peran mahasiswa perlu ditingkatkan menjadi agen penggerak untuk memberikan alternatif solusi yang terjadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran mahasiswa mereduksi stigma negatif reyog ponorogo melalui pendekatan kearifan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dalam pengembangan budaya Reyog Santri ponorogo. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dan observasi. Teknik analisis data dengan reduksi, display dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesenian Reyog Ponorogo kerap dihadapkan pada berbagai stigma negatif di masyarakat, seperti anggapan bahwa kesenian ini sarat akan hal mistis, menyimpang dari norma agama, erotis, hingga dianggap ketinggalan zaman. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran krusial dalam meluruskan stigma tersebut dengan cara mengkaji dan mensosialisasikan nilai-nilai sejarah, filosofis, serta pesan budi pekerti luhur yang sebenarnya tertanam kuat dalam setiap tokoh dan elemen seni Reyog serta mahasiswa dapat menjadi pionir dalam pengembangan inovasi Reyog Santri. Hasil penelitian ini juga memberikan rekomendasi agar para generasi muda membuat komunitas seni di daerahnya masing-masing agar menjadi bagian pengembangan nilai-nilai filosofis moral budaya di tengah-tengah perkembangan teknologi dan budaya secara global.Kata kunci: Reyog; Ponorogo; Mahasiswa; Kearifan lokal