Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi metode pembelajaran melalui pemanfaatan pendekatan game-based learning. Meskipun demikian, banyak permainan edukatif yang masih menerapkan penyajian soal secara tetap, sehingga proses belajar cenderung berorientasi pada penghafalan urutan pertanyaan, bukan pada pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan game edukasi tiga dimensi interaktif berbasis Unity yang mengombinasikan eksplorasi lingkungan virtual, interaksi dialog dengan non-player character (NPC), serta sistem evaluasi pembelajaran berupa lima soal kuis MCQ dan lima soal evaluasi akhir (final question) yang diacak menggunakan algoritma Fisher–Yates. Pengembangan aplikasi dilakukan dengan menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MLDC) yang mencakup enam tahapan, yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Pengujian fungsional dilaksanakan melalui pendekatan black-box testing dan menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan spesifikasi yang dirancang. Evaluasi pedagogis melibatkan 35 peserta didik melalui pelaksanaan pre-test dan post-test. Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman materi dengan rata-rata sebesar 23% yang mencakup aspek pemahaman konsep, penguasaan materi, dan daya ingat. Selain itu, tingkat motivasi belajar peserta didik mencapai 86%, tingkat kebermanfaatan aplikasi sebesar 91%, serta tingkat keberhasilan penggunaan aplikasi mencapai 89%.Penerapan algoritma Fisher–Yates terbukti mampu menghasilkan pengacakan soal yang tidak prediktif sehingga mendorong peserta didik untuk lebih berfokus pada pemahaman materi. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan media pembelajaran interaktif yang lebih variatif dan adaptif, serta dapat dijadikan landasan bagi penelitian selanjutnya dalam pengembangan evaluasi berbasis tingkat kesulitan dinamis, perluasan konten pembelajaran, dan integrasi teknologi pembelajaran imersif.