Iskandar, Gina Isni Djanuaresty
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Faktor Risiko pada Pasangan Suami dengan Kejadian Preeklampsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Saputri, Deya Dwi Indah; Hamsah, M.; Yanti, Andi Kartini Eka; Harahap, Muhammad Wirawan; Iskandar, Gina Isni Djanuaresty
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22702

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia, characterized by hypertension and proteinuria after 20 weeks of gestation, continues to be a major global health challenge contributing to maternal and perinatal morbidity and mortality. The present study explored the relationship between paternal risk factors and the incidence of preeclampsia at RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. A quantitative cross-sectional method was applied with 30 participants, comprising 15 pregnant women diagnosed with preeclampsia and 15 without. Data were collected using structured questionnaires and medical records, then analyzed with the chi-square test. Findings indicated that most husbands were aged 20–35 years, had completed high school, and waited less than one year for conception. Among the eight risk factors investigated, only husbands’ knowledge of preeclampsia showed a significant association with its incidence (p=0.014), whereas other factors such as diabetes history, smoking exposure, primipaternity, and paternal genetic background did not. These findings underscore the need for enhanced paternal health education as a preventive strategy against preeclampsia. Keywords: Preeclampsia, Paternal Risk Factors, Health Education, Husband’s Knowledge.  ABSTRAK Preeklamsia, yang ditandai dengan hipertensi dan proteinuria setelah 20 minggu kehamilan, terus menjadi tantangan kesehatan global utama yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara faktor risiko paternal dan insiden preeklamsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. Metode potong lintang kuantitatif diterapkan dengan 30 partisipan, terdiri dari 15 ibu hamil yang didiagnosis preeklamsia dan 15 ibu hamil tanpa preeklamsia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan rekam medis, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar suami berusia 20–35 tahun, telah menyelesaikan sekolah menengah atas, dan menunggu kurang dari satu tahun untuk konsepsi. Di antara delapan faktor risiko yang diteliti, hanya pengetahuan suami tentang preeklamsia yang menunjukkan hubungan signifikan dengan insidennya (p=0,014), sedangkan faktor-faktor lain seperti riwayat diabetes, paparan merokok, primipaternitas, dan latar belakang genetik paternal tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya peningkatan edukasi kesehatan paternal sebagai strategi pencegahan preeklamsia. Kata Kunci: Preeklampsia, Faktor Risiko Paternal, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan Suami.